Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

270 Juta Warga RI Patut Bangga! Kawasan Industri Terpadu Batang jadi Sasaran Investasi Perusahaan Besar Dunia

📅 Sabtu, 09 Jul 2022, 11:25 WIB | Oleh:
270 Juta Warga RI Patut Bangga! Kawasan Industri Terpadu Batang jadi Sasaran Investasi Perusahaan Besar Dunia Doc: Istimewa
Ket. Ilustrasi KIT Batang

Beberapa perusahaan raksasa dunia bahkan telah menyatakan investasinya di Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang. Kawasan industri yang terletak di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, disiapkan pemerintah sebagai kawasan pengembangan baterai kendaraan listrik di Indonesia. Tujuan utama KIT Batang sendiri adalah membangun sebuah ekosistem kendaraan listrik yang besar di Indonesia mencakup produksi dari hulu sampai ke hilir.

LG Energy Solution misalnya, perusahaan perusahaan dari LG Group itu akan menempati lahan seluas 275 hektar untuk menerapkan teknologi terbaru konsorsium LG.Perusahaan teknologi dan komunikasi asal Korea Selatan itu masuk ke dalam pengembangan KIT Batang tahap kedua untuk merealisasikan rencana investasi industri baterai listrik terintegrasi. Total investasi untuk pembangunan pabrik komponen baterai kendaraan listrik itu bahkan mencapai Rp142 triliun.

Tak hanya LG, Foxconn atau Hon Hai Precision Industry Co. Ltd. juga akan merealisasikan investasi dalam ekosistem baterai listrik di Indonesia mulai dari pembuatan baterai listrik hingga ke pengembangan industri kendaraan listrik roda empat, kendaraan listrik roda dua dan bus listrik. Adapun nilai total investasi dalam proyek-proyek tersebut diperkirakan akan mencapai 8 miliar dolar AS atau sekitar Rp114 triliun. Pemkab Batang sendiri telah menyiapkan lahan seluas 200 hektar sebagai lokasi pabrik Foxconn.

KIT Batang dikelola dan dimiliki oleh Konsorsium BUMN dan Perumda, yang terdiri dari PT Kawasan Industri Wijayakusuma (Persero), PT PP (Persero) Tbk, PT Perkebunan Nusantara IX (Persero), dan Perumda Batang.

Memiliki luas lahan sekitar 4.300 hektar, pembangunan KIT Batang akan dikembangkan menjadi 3 klaster yang dibagi menurut klasifikasi industri. Klaster pertama seluas 3.100 hektare diperuntukan bagi industri manufaktur, makanan dan minuman, pergudangan, garmen, mebel, otomotif, baterai tekstil dan industri kimia. Klaster dua dengan luas 800 hektare untuk industri makanan dan minuman, teknologi informasi dan komunikasi, serta elektronik dan pergudangan. Sementara klaster tiga seluas 400 hektare akan disiapkan bagi penelitian dan pengembangan, serta industri komersial lainnya.

KIT Batang sendiri diperkirakan akan mampu menyerap 287 ribu tenaga kerja dari Kabupaten Batang sampai 2031. Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Batang, Suprapto, menjelaskan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) itu setidaknya akan membutuhkan sekitar 10 ribu sampai 15 ribu tenaga kerja pada tahun 2023 dan 2024 sehingga kini pihaknya tengah menginventarisasi calon tenaga kerja yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan di KIT Batang.

"Kita lagi intens melakukan koordinasi dan komunikasi dengan pengelola KIT Batang. Yang jelas kita lagi berusaha mengutamakan orang Batang dulu. Karena kita sudah ada regulasi Perbup 42/2021 yang mengutamakan warga Batang terserap di perusahaan KIT Batang," jelas Suprapto seperti dikutip dari laman Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang.

Ia juga mengatakan Disnaker Kabupaten Batang akan menyiapkan Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Batang seluas 2,4 hektare, lantaran BLK yang dimiliki saat ini sudah tidak layak digunakan. Langkah ini diambil Suprapto untuk meningkatkan kompetensi tenaga kerja yang selama ini masih menjadi pokemon bagi Pemkab Batang. Tak hanya itu, Pemkab Batang juga akan turut menggelar pelatihan yang dikerjasamakan dengan perusahaan maupun stakeholder terkait.

"Upaya kita sekarang lagi menyiapkan sarana prasarana Balai Latihan Kerja (BLK). Karena yang kita punya sekarang tidak layak dan harus direvitalisasi," ungkapnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

“Panda” Senilai 1 Miliar Dollar AS, Mungkinkah?

22 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Nasional
“Panda” Senilai 1 Milia...
Olahraga
Saatnya Menjadi Juara, Jani...
Ekonomi
Transformasi Empat Bandara ...
Ekonomi
PLTS Oelpuah Jadi Pembangki...
Ekonomi
Dukungan Fiskal Daerah Haru...
Nasional
Tiongkok Diyakini Tetap Per...
Olahraga
Piala Dunia, Kanada Kembali...
  • Modus Canggih di Jepang: Eks Insinyur Racik Program Sendiri Demi Gasak Jutaan Yen
    Preview komentar:
    Hubungi nomor 082178509155 Atau 1500001 (layanan khusus untuk ...
    Anda dapat menghubungi layanan support (Tokocrypto) melalui nomor ...
  • Instruksi Prabowo Dijalankan! PKP Siapkan Rusun Subsidi di Kota-Kota Jatim
    Preview komentar:
    Berikut Nomor Whatsapp Resmi Tokocrypto adalah +62 818-898-300, ...
    Perlu di ingat, Saluran resmi Tokocrypto, hanya di ...
  • Rp2,2 Triliun Digelontorkan! Kementerian PKP Kebut Bangun Huntap Pascabencana di Sumatera
    Preview komentar:
    Sedih ya, teman-teman... Saluran resmi (Bri QLola) hanya ...
    Saluran resmi (Bri QLola) hanya bisa dihubungi di ...
Kenaikan BI Rate tak Boleh Ganggu Kredit ke Sektor UMKM

Kenaikan BI Rate tak Boleh Ganggu Kredit ke Sektor UMKM

19 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.