Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Upaya memberantas geng motor di Sukabumi

📅 Kamis, 27 Feb 2025, 16:15 WIB | Oleh:

Warga pun mengepung kelompok geng motor yang masuk ke warung-warung wisata yang berada di sekitar objek wisata Pantai Citepus. Akibat kejadian ini salah seorang warga terkena sabetan senjata tajam di bagian lengan kanannya.

Selain beberapa contoh di atas,, masih ada puluhan kasus geng motor lainnya yang aksinya tidak lagi meresahkan tetapi mengancam keselamatan orang lain. Aksi anarkis dan brutal mereka pun mendapatkan perhatian dari pemerintah daerah dan jajaran kepolisian baik Polres Sukabumi maupun Polres Sukabumi Kota, bahkan pihak TNI pun siap diperbantukan untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat.

Menyerang secara acak

Kekerasan yang dilakukan anggota geng motor di Sukabumi tidak hanya terjadi terhadap sesama anggota geng motor yang bertikai atau bermusuhan tetapi geng motor bisa menyerang siapa saja yang dianggap mengganggu aktivitas mereka.

Ada beberapa catatan, kejadian geng motor yang aksinya mengakibatkan korbannya terluka hingga tewas.

Pertama menyerang anak tokoh masyarakat di Kota Sukabumi di Gang Babakan Sirna, Kelurahan Benteng, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi. Meskipun kejadian ini sudah berlangsung lama atau pada 2020 lalu, tetapi ini membuktikan bahwa geng motor menyerang siapa saja tanpa pandang bulu.

Kejadian ini pun sempat membuat Kota Sukabumi mencekam. Warga yang bergabung dengan berbagai organisasi kemasyarakatan (ormas) melakukan penyisiran untuk memburu para pelaku yang melakukan pembacokan dan penganiayaan terhadap anak dari Dankih AS Nuklir yang merupakan salah satu tokoh yang cukup berpengaruh di Kota Sukabumi.

Beruntung gerak cepat personel Polres Sukabumi Kota, berhasil menangkap lima pemuda, bahkan satu diantaranya harus dihadiahi timah panas pada betis sebelah kanannya karena melakukan perlawanan saat hendak ditangkap.

Kasus lainnya, seorang ibu rumah tangga bernama Aas Hayati (55) warga Desa/Kecamatan Cireunghas, Kabupaten Sukabumi menjadi korban pembacokan sekelompok anggota geng motor.

Kasus in membuat miris karena, selain korbannya merupakan emak-emak, peristiwa ini terjadi saat korban baru pulang melayat dan di malam perayaan Idul Fitri di 2021 lalu. Terungkap bahwa aksi penyerangan yang dilakukan sekelompok pemuda anggota geng motor ini akibat para pelaku sebelum beraksi mengkonsumsi obat-obatan terlarang dan minuman keras. Kasus ini berhasil diungkap Polres Sukabumi Kota dengan menangkap empat pelaku dan menyita empat sepeda motor yang digunakan pelaku dan beberapa bilah senjata tajam.

Selanjutnya, seorang pemuda yang hendak main ke rumah rekannya di Kecamatan Gegerbitung yakni Cecep Maulana (20) warga Desa Perbawati, Kecamatan/Kabupaten Sukabumi, tewas akibat dikeroyok anggota geng motor.

Peristiwa pada 2022 lalu ini, terjadi saat korban bersama dua rekannya dengan menggunakan dua sepeda motor diserang anggota geng motor di Jalan RA Kosasih, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi.

Kebrutalan geng motor juga dirasakan pedagang nasi goreng dan seorang pelajar di Jalan Pelabuhan II, Kelurahan Lembursitu, Kecamatan Lembursitu, Kota Sukabumi. Kejadian yang terjadi pada Juli 2023 ini mengakibatkan pedagang nasi goreng mengalami luka bacok di pinggang dan seorang pelajar terkena bacokan di punggung. .

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Bandara Dihantam Rudal, Kuw...
Daerah
SPMB 2026 Bengkulu Tanpa Ti...
Megapolitan
Pemutihan Pajak Kendaraan B...
Megapolitan
30 Rumah di Tanah Tinggi Ja...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.