• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Pergerakannya Terus Dipant...

Pergerakannya Terus Dipantau dengan Teleskop James Webb

Kamis, 27 Feb 2025, 06:15 WIB

Teleskop luar angkasa terkuat milik manusia tengah mengarahkan pandangannya pada asteroid paling berbahaya yang diketahui di tata surya yaitu 2024 YR4. Menurut sebuah posting blog dari Badan Antariksa Eropa (ESA), sebuah tim astronom internasional telah diberikan izin penggunaan darurat untuk memakai Teleskop Luar Angkasa James Webb (JWST) untuk mengamati pergerakannya yang dinilai berbahaya.

1740585053_de226baabb474f1ecd19.jpg

Ket. Foto: — Sumber: ESA

(Foto: ESA)

Batu angkasa seukuran gedung itu ditemukan meluncur cepat melalui tata surya oleh Sistem Peringatan Terakhir Dampak Terestrial Asteroid NASA pada bulan Desember 2024. Saat ini berada di puncak daftar pantauan asteroid milik badan tersebut, dengan peluang sekitar 1 banding 43 (2,3 persen) untuk menghantam planet Bumi pada bulan Desember 2032.

Para astronom memperkirakan bahwa asteroid itu berukuran sekitar 180 kaki atau 55 meter, atau selebar Menara Miring Pisa, di Italia. Dampak dari batu seperti itu tidak akan memicu kepunahan massal seperti yang terjadi pada penumbuk Chicxulub yang jauh lebih besar dan menghancurkan dinosaurus 66 juta tahun yang lalu.

Namun, asteroid sebesar itu dapat mendatangkan malapetaka regional yang mirip dengan penumbuk Tunguska yang meratakan sekitar 80 juta pohon di alam liar Siberia pada tahun 1908, menurut situs Space.com.

Namun, ukuran 2024 YR4 saat ini hanyalah perkiraan berdasarkan data teleskop darat. Karena terhalang oleh atmosfer Bumi, teleskop ini hanya melihat pantulan sinar matahari dari permukaan asteroid, yang menggambarkan gambaran terbatas dari ukuran sebenarnya, menurut ESA. Batuan angkasa itu sebenarnya bisa jauh lebih besar dari yang terlihat.

1740585051_c3a8dd876d9bcbfb6e5d.jpg

(Foto: afp/ European Southern Observatory)

“Secara umum, semakin terang asteroid, semakin besar ukurannya, tetapi hubungan ini sangat bergantung pada seberapa reflektif permukaan asteroid,” tulis pejabat ESA dalam posting blog, yang dibagikan pada hari Senin (10 Februari). “2024 YR4 bisa berukuran 40 meter (130 kaki) dan sangat reflektif, atau 90 meter (295 kaki) dan tidak terlalu reflektif,” tambahnya.

“Sangat penting bagi kami untuk meningkatkan perkiraan ukuran untuk 2024 YR4: bahaya yang diwakili oleh asteroid berukuran 40 meter sangat berbeda dari asteroid berukuran 90 meter,” tambah ESA.

Menurut ESA, pengamatan JWST mendatang akan secara signifikan meningkatkan pemahaman masyarakat dunia tentang ukuran asteroid. Dibandingkan dengan melihat pantulan sinar matahari, instrumen inframerah JWST akan mempelajari panas yang dipancarkan oleh asteroid itu sendiri, membantu membatasi ukuran sebenarnya dan komposisi permukaannya. hay

Redaktur: Haryo Brono

Penulis: Tim Koran Jakarta

Berita Terbaru

Formula 1: Norris Menangi GP Belanda, Verstappen Kecelakaan di Depan Pendukung Sendiri

TNI AU Gerak Cepat! 6 Pesawat Bawa Bantuan Kemanusiaan ke NTT dan Kalimantan

Liga Inggris: Manchester City Menang Dramatis di Awal Era Maresca, Liverpool Selamat dari Kekalahan

Terungkap! Kebakaran Rumah di Tebet Diduga Dipicu Mesin Fotokopi

Serie A: Amorim Buka Era Baru dengan Kemenangan, Milan Tundukkan Torino; Juventus Menang Tipis atas Frosinone

Karhutla Meluas, Gubernur Kalsel Desak Masyarakat Lindungi Diri dari Paparan Asap

La Liga: Barcelona Pesta Gol di Kandang Elche, Atletico Madrid Selamat dari Kekalahan

Kementerian Kebudayaan akan revitalisasi situs budaya di Malut

Mengerikan Tragedi Kebakaran Rumah di Tebet, 4 Orang Tewas

Arthur Fils Juara Cincinnati Masters 1000, Tekuk Tiafoe dalam Final Bersejarah

Presiden Prabowo Pimpin Ratas di Hambalang, Bahas Karhutla dan Dampak Bencana NTT.

Kodaeral XIII Gelar Lomba Speedboat di Tarakan, Dorong Potensi Kemaritiman Kaltara.

Takdir Geografis Gambia, Negara Terkecil Afrika yang Terjepit Senegal

Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, Munafri Arifuddin Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan.

Tips Mengelola Bisnis Kos-Kosan

Fulham Andalkan Serangan Balik untuk Atasi Kreativitas Chelsea 

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW: Akhlak, Ilmu, dan Kesejahteraan Umat .

Gawat Teror Melanda Thailand Selatan! Puluhan Ledakan Terjadi Hanya dalam Sehari

Kegiatan melukis caping di Kota Solo

Kenapa Awan Makin Jarang Terlihat? BMKG Sebut Monsun Australia dan El Nino yang Jadi Penyebabnya

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.