Aksi “Indonesia Gelap', Golkar Nilai sebagai Peringatan Agar Demokrasi Indonesia Tak Kebablasan
Kamis, 20 Feb 2025, 13:55 WIBJAKARTA - Ketua DPP Partai Golkar Nurul Arifin berpandangan positif terkait aksi unjuk rasa "Indonesia Gelap" di sejumlah kota di Tanah Air sebagai peringatan agar sistem demokrasi yang dijalankan di Indonesia tidak kebablasan.
"Saya pikir ini bagus untuk membuat alert, waspada begitu. Artinya, kita betul-betul, 'Oh, ini yang diinginkan (masyarakat)'. Jadi, jangan sampai kebablasan juga, baik dalam pemerintahan ataupun masyarakat dalam menjalankan sistem demokrasi ini," kata Nurul di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (20/2).
Nurul menghargai aksi unjuk rasa sebagai sesuatu yang lumrah sebagai salah satu saluran bagi masyarakat menyampaikan aspirasi yang tidak dapat tersampaikan secara langsung.
Oleh karena itu, kata dia, aspirasi disampaikan melalui lapangan terbuka dengan jumlah massa aksi tertentu.
"Kami menghargai juga karena dalam sistem demokrasi, ya suara rakyat ini harus didengar begitu, dan kita tahu bahwa yang muncul di dalam suara rakyat adalah keresahan-keresahan," tuturnya.
Meski demikian, anggota Komisi I DPR RI itu mengingatkan agar massa aksi tidak melakukan hal-hal destruktif.
"Demo itu ya wajar-wajar saja, kita juga jangan takut, jangan takut juga menyalurkan aspirasi, tetapi lakukan itu dengan cara-cara yang konstruktif ya, tidak kemudian anarkis," ucapnya.
Menurut dia, tindakan anarkis dalam unjuk rasa dapat membawa pengaruh pada stabilitas politik hingga ekonomi.
"Kalau sampai anarkis 'kan tidak hanya merusak segelintir, tetapi juga negara inilah. Artinya, stabilitas politik 'kan berimbas pada stabilitas ekonomi gitu," kata dia.
- Demokrasi
- Aksi Indonesia Gelap
- Nurul Arifin
Redaktur: Sriyono
Penulis: Sriyono
Berita Terkait:
-
SEBARAN 2025: Sinergi Pertamina, Berbagi dan Kolaborasi Untuk Anak Yatim dan Dhuafa
-
Gelar Demo 'Indonesia Gelap' di Patung Kuda, Mahasiswa Ajukan 13 Tuntutan
-
Gelandang Barcelona Casado Absen Dua Bulan karena Cedera Lutut
-
#IndonesiaGelap, Alarm bagi Publik Agar Tak Terlena Narasi Penguasa
-
Inter Kediri Apresiasi "Drawing" Ulang Pembagian Grup Liga 4
-
Rektor IPB Ungkap Respons Presiden Prabowo terhadap Kritik “Indonesia Gelap”
-
Kemkomdigi Luncurkan Mudikpedia 2025, Penting untuk Panduan Pemudik
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.