Begini Kisah Dodi Tinggalkan Jabatan Kades Demi Kerja di Jepang

Senin, 17 Feb 2025, 13:17 WIB

JAKARTA - Memegang jabatan strategis sebagai perangkat desa di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, tidak membuat Dodi Romdani puas diri. Mantan Kepala Desa (Kades) di Ciamis ini memilih meninggalkan jabatannya mengambil jalan menjadi pekerja migran Indonesia (PMI). Kisahnya ini menjadi viral di media sosial. 

Ini bukan kali pertama Dodi memilih jalan kerja di luar negeri, sebelumnya ia sempat menjadi pekerja migran di Jepang. Keterampilan yang dimilikinya, membuat mantan bosnya di Jepang tertarik mengajak Dodi kembali. 

Ket. Foto: Dodi Romdani, Mantan Kepala Desa (Kades) di Ciamis Jawa Barat urung mencalonkan diri lagi dan lebih memilih bekerja di Jepang — Sumber: istimewa

“Pas kebetulan ada bos saya dari Jepang itu berkunjung ke Indonesia, pengen ketemu. Di situlah dia menawarkan pekerjaan. Ada lowongan, yang membutuhkan pekerja eks Jepang,” kata Dodi saat dihubungi dari Jakarta, Jumat (14/2).

Dodi mengaku tertarik, kemudian meminta izin keluarganya untuk kembali menjadi pekerja migran. Padahal di satu sisi, Dodi menjabat sebagai kades di Ciamis.  

Pada kurun waktu tahun 2009-2012, Dodi memang menjadi pekerja migran di Jepang yang menggeluti sektor pengelasan kapal. 

Setelah kembali ke Tanah Air, Dodi mencoba peruntungannya menjadi perangkat desa dan terpilih menjadi kades di Ciamis tahun 2019. 

Pundi-pundi uang yang diperolehnya saat bekerja di Jepang juga benar-benar dimanfaatkan baik oleh Dodi setelah pulang ke kampung halaman. Dia membuka ladang untuk bertani hingga membuka pangkalan gas Liquefied Petroleum Gas (LPG) 3 kilogram.

"Punya pangkalan gas sebelum berangkat ke Jepang lagi. Ya setidaknya lah untuk makan mah Alhamdulillah gitu cukup untuk anak istri. Kemudian saya pun kan bertani juga ke sawah, ke kebun gitu sehari-harinya,” tuturnya.

Ketika masa jabatannya sebagai kades sudah mulai habis pada tahun 2024, Dodi memutuskan tidak mencalonkan diri lagi. Gayung bersambut, ia diminta mantan bosnya untuk kembali bekerja di Jepang.

"Memang rencana tidak akan nyalon lagi,” ujar Dodi.

Saat restu keluarga diraihnya, Dodi memantapkan pilihannya mengundurkan diri sebagai kepala desa. Ia kemudian berangkat secara legal untuk menjadi pekerja migran Indonesia di Jepang pada November 2024.

“Alhamdulillah mungkin saya lulus leksi sehingga bisa berangkat lagi ke Jepang. Itu kemarin November 2024, berangkat ke Jepang,” ujar Dodi.

Lebih jauh, Dodi mengatakan, banyak keuntungan yang diperoleh saat bekerja secara legal di Jepang, seperti upah mencapai Rp.30 juta. Dodi pun merasa menjadi pekerja migran Indonesia di Jepang seperti bekerja sambil berlibur. 

Dodi pun mengaku kepastian hukum menjadi pekerja migran di Jepang terjamin lantaran mengikuti skema pemerintah berangkat kerja di luar negeri secara legal.

“Alhamdulillah lah kalau mungkin sama lemburannya itu ya nyampe lah sampai Rp30 juta mah gitu kan,” kata Dodi.

Pekerja Legal

Sebelumnya, Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Christina Aryani menekankan pentingnya pekerja migran Indonesia untuk berangkat ke luar negeri secara legal.

Menurut Wamen Christina, berangkat secara legal dapat mencegah hal-hal berisiko yang tidak diinginkan terjadi.

“Ini sebetulnya pelajaran yang bisa diambil dari hal ini adalah berangkat secara non-prosedural itu penuh dengan berbagai risiko yang terkadang kami tidak bisa melindungi lagi karena itu di luar kendali kami,” kata Wamen Christina, Kamis (30/1).

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

Berita Terbaru

Jangan Lupa Kenakan Masker! Kualitas Udara Jakarta Senin Pagi Tak Sehat, Warga Diminta Waspada

Luar Biasa Barcelona Bantai Elche 5-0! Raphinha dan Fermin Sama-Sama Cetak Brace

Motor Pedagang di Kelapa Gading Hilang Akibat Ditipu, Modusnya Bikin Kaget

Kabar Besar untuk Warga Bogor Barat, Pemkab Bocorkan Rancang 6 Stasiun Baru

Drama 4 Gol dan Kartu Merah! Atletico Madrid Gagal Menang atas Villarreal

Hobi Unik Febry Arnold, Diaspora Indonesia yang Gemar Taklukkan Maraton

Juventus Start Sempurna Raih Tiga Poin! Frosinone Jadi Korban di Pekan Pertama Serie A

Sempat Unggul, Liverpool Gagal Menang! Newcastle Paksa The Reds Berbagi Poin

Gempa M 5,2 Guncang Manggarai NTT, Ada Potensi Tsunami? Ini Penjelasan BMKG

Menang Dramatis! Lando Norris Rebut Juara GP Belanda 2026, Verstappen Tersingkir Usai Kecelakaan

Karya Kreatif Indonesia dan Karya Kreatif Benuanta 2026, Dorong kebangkitan UMKM dan Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

Karhutla di Tengah El Nino Ancam Ekonomi, Dampaknya Bisa Lebih Besar dari Nilai Hutan yang Terbakar

Pameran Arsip Asrul Sani Telusuri Jejak Kreatif Maestro Sastra dan Film

Kabut Asap Karhutla Selimuti Palembang, Jarak Pandang Kurang dari 50 Meter dan Kualitas Udara Berbahaya

QRIS Menjangkau 65,77 Juta Pengguna, Mayoritas Merchant Merupakan UMKM

Penyerapan Gabah Petani Capai 3,67 Juta Ton, Bulog Dekati Target 4 Juta Ton

Mendadak Gelar Ratas pada Malam Hari di Waktu Libur! Presiden Bahas Karhutla dan Bencana di NTT

Daun Pandan Tak Sekadar Aroma Khas, Ada Ikatan antara Hainan dan Indonesia yang Terjalin Semakin Erat

Kegiatan Gratis di HBKB Kenalkan Bahasa Isyarat kepada Masyarakat

Banten Siapkan Fasilitas Hoki Baru 2027, Target Cetak Atlet untuk PON 2032 hingga

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.