- Home
-
- Luar Negeri
-
- Korut Kecam Pernyataan Men...
Korut Kecam Pernyataan Menlu AS
Selasa, 04 Feb 2025, 02:59 WIBSEOUL â Pyongyang pada Senin (3/2) mengkritik pernyataan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Marco Rubio, karena telah menyebut Korea Utara (Korut) sebagai "negara jahat" dan menepis komentar yang dibuat oleh diplomat utama AS tersebut dalam sebuah sesi wawancara baru-baru ini sebagai omong kosong.
Dalam kecaman publik pertama Korut terhadap pemerintahan baru Trump, juru bicara kementerian luar negeri mengatakan bahwa negaranya tidak akan pernah mentoleransi provokasi apapun dari AS.
âPernyataan Menlu Rubio merupakan bentuk permusuhan, sebuah provokasi politik yang serius, dan sepenuhnya bertentangan dengan prinsip-prinsip hukum internasional yang menekankan penghormatan terhadap kedaulatan dan tidak mencampuri urusan dalam negeri negara lain,â kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Korut. âKomentarnya tidak akan membantu kepentingan Amerika,â imbuh juru bicara itu seperti dikutip KCNA.
Tanggapan dari kementerian itu selanjutnya mengatakan bahwa pernyataan Rubio menegaskan kembali bahwa AS tidak mengubah kebijakan permusuhannya terhadap Korut, sembari mengutarakan hal itu tidak masuk akal dan tidak logis bahwa negara paling âbejatâ di dunia akan menyebut negara lain sebagai negara yang jahat.
âKorut akan mengambil tindakan balasan yang keras terhadap apapun tindakan AS,â lapor kantor berita KCNA yang mengutip pernyataan dari juru bicara kementerian itu.
Kecaman tersebut muncul setelah Presiden AS, Donald Trump, sebelumnya mengatakan ia akan kembali menghubungi pemimpin Korut, Kim Jong-un, setelah sebelumnya bertemu dengannya selama masa jabatan pertamanya.
Dalam sesi wawancara radio baru-baru ini, Menlu Rubio menyebut Korut dan Iran sebagai "negara jahat" yang harus dihadapi ketika Washington DC membuat keputusan kebijakan luar negeri.
Juru bicara kementerian luar negeri Korut serta merta menepis pernyataan omong kosong Rubio tersebut, yang dikatakan diutarakan tanpa berpikir panjang, mencoreng citra negara berdaulat dan menganggapnya sebagai provokasi politik yang serius.
âKomentar Rubio bukan hal baru dan akan lebih mengejutkan jika ia mengatakan (sebuah) hal baik tentang Korut," ucap juru bicara kementerian luar negeri Korut itu.
Kementerian itu juga mengutuk rencana perisai pertahanan misil baru AS, dengan mengatakan bahwa hal itu membuat Korut perlu memperkuat kekuatan militernya sendiri, KCNA melaporkan.
"Ide sistem pertahanan misil baru, yang mengingatkan kita pada rencana 'Star Wars' yang berbahaya pada masa Perang Dingin, menimbulkan risiko pembenaran perlombaan senjata dengan dalih mengatasi ancaman musuh, terlepas dari kelayakannya," kata Kementerian Luar Negeri Korut.
Duri dalam Daging
Menurut analis Hong Min, pernyataan tanggapan dari Pyongyang yang dikeluarkan dari tingkat yang begitu tinggi yaitu kementerian luar negeri, mengindikasikan bahwa kecaman tersebut memiliki bobot yang signifikan.
âPernyataan itu merupakan sinyal yang beragam,â kata Hong, seorang analis senior di Institut Korea untuk Penyatuan Nasional, kepada AFP. "Meskipun secara lahiriah mengkritik AS, pernyataan itu secara halus menguraikan harapan Korut. Intinya, pernyataan itu memberikan panduan tentang bagaimana Korut berharap pemerintahan Trump akan mendekati diplomasi ke depannya," imbuh dia.
Karena sangat terputus dari dunia secara diplomatik dan ekonomi, serta di bawah serangkaian sanksi, program senjata nuklir Korut telah menjadi duri dalam daging bagi AS selama bertahun-tahun.
Pekan lalu, meskipun Trump telah berupaya keras secara diplomatik, Korut justru mengatakan bahwa program nuklirnya akan terus berlanjut tanpa batas. AFP/ST/KBS/I-1
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: AFP
Berita Terkait:
-
Pertamina EP Raih Apresiasi atas Kontribusi Berdayakan Petani Milenial
-
Momen Haru di Tokyo, Donald Trump Janji Bantu Jepang Pulangkan Warganya yang Diculik Korea Utara
-
Pemegang Saham Setujui Penggabungan XL Axiata dan Smartfren
-
Gubernur Lampung: Sosialisasi Jadi Langkah Awal Atasi Perambah TNBBS
-
KPPN Manokwari Salurkan 100 persen Dana Desa Tahap I di Lima Kabupaten Papua Barat
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.