Di Depan Pelaku Industri di WEF, Menteri Rosan Sampaikan Ini

Selasa, 28 Jan 2025, 00:00 WIB

JAKARTA - Pemerintah mendorong kawasan industri di Indonesia dirancang untuk mewujudkan karbon bersih atau nol emisi karbon atau Net Zero Emissions (NZE).

Hal itu dikatakan Menteri Investasi dan Hilirisasi/ Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani dalam sesi panel di World Economic Forum (WEF) bertajuk Industrial Clusters as Energy Pioneers pada 22 Januari lalu di Davos, Swiss yang melaporkan capaian Indonesia dalam mendorong penggunaan energi bersih .

Ket. Foto: Menteri Investasi dan Hilirisasi/ Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani — Sumber: antara

"Kami terus mendorong perusahaan, baik lokal maupun asing, untuk menjadikan keberlanjutan sebagai prioritas utama dalam setiap proyek yang mereka jalankan,” kata Menteri Rosan dalam pernyataan di Jakarta, Minggu (27/1).

Dalam diskusi dengan format gelar wicara tersebut, Rosan menjelaskan bahwa Indonesia memiliki beberapa klaster industri yang terintegrasi, yang salah satunya mengonsumsi sekitar 4,5 gigawatt (GW) energi. Pihaknya juga berencana melakukan perluasan dengan menambah pasokan 2,5 GW energi hijau.

"Target kami adalah memastikan seluruh kebutuhan energi sebesar 6,6 GW di klaster ini menggunakan energi bersih,” ujarnya.

Lebih lanjut, dia menyoroti pentingnya pendekatan berbasis klaster industri untuk membangun ekosistem yang berkelanjutan. Disampaikannya, Indonesia telah meluncurkan klaster industri dengan target emisi nol. Salah satu contohnya adalah klaster industri terkait nikel yang seluruh rantai pasok, mulai dari produksi nikel hingga daur ulang baterai kendaraan listrik terintegrasi dalam satu lokasi.

Hal itu dilakukan mengingat potensi Indonesia dalam energi terbarukan sangat besar, meliputi tenaga surya, angin, air, panas bumi, dan gelombang laut, dengan total potensi mencapai 3.700 GW.

“Indonesia memiliki cadangan panas bumi terbesar di dunia, khususnya di Jawa dan Sumatra, namun yang telah terpasang saat ini baru kurang dari 1 persen. Ini menunjukkan peluang besar yang masih bisa digarap,” kata dia pula.

"Smart Factory"

Pada kesempatan lain, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) bersama International Economic Affairs Bureau, Ministry of Economy and Finance (MOEF) Korea Selatan meneken kerja sama penerapan fasilitas produksi cerdas (smart factory). Hal itu sebagai bentuk implementasi industri 4.0, yang bertujuan untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing sektor perindustrian.

Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Kemenperin, Andi Rizaldi di Jakarta, Minggu (27/1), mengatakan kolaborasi ini merupakan upaya pihaknya untuk memastikan bahwa Indonesia dapat bersaing secara global.

Lebih lanjut, Kepala Pusat Optimalisasi Pemanfaatan Teknologi Industri dan Kebijakan Jasa Industri (POPTIKJI) Kemenperin, Priyadi Arie Nugroho yang bertindak sebagai perwakilan Pemerintah Indonesia menyampaikan keyakinannya terhadap penerapan konsep smart factory yang akan meningkatkan efisiensi dan produktivitas produksi, mengurangi biaya operasional, serta meningkatkan daya saing produk manufaktur Indonesia di pasar global.

Sementara itu, perwakilan MOEF Korea Selatan Choi Dong Il, mengatakan inisiatif kerja sama yang dipilih oleh Kemenperin untuk tahun 2025 ini dapat meningkatkan daya saing sektor manufaktur Indonesia.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Gempa M 5,9 Guncang Jepang Dekat Tokyo: 37 Orang Terluka, Kereta Sempat Lumpuh!

Perang Dagang AS-Kanada Memanas: Mark Carney Siapkan Bea Masuk Produk Washington

Xabi Alonso Yakin Cole Palmer Tampil Menawan Bersama Chelsea Jelang Laga Lawan Fulham

Karya Tangan Badui Unjuk Gigi di Bazar Harkop Harnas 2026

Jelang Laga Kontra Liverpool, Newcastle United Resmi Perluas Kapasitas St James' Park

Musim Durian Tiba, Kantong Warga Lebak Ikut Berbuah

3 Tantangan Berat Trent Alexander-Arnold Usai Putuskan Hengkang dari Liverpool

Virus Zika Jadi Sorotan, Dispar Bali Minta Wisman Tetap Santai Berwisata

PLN dan YBM PLN Hadirkan Layanan Kesehatan hingga Promo Tambah Daya untuk Warga Lenteng Agung.

Era AI Datang, Wamenekraf Tantang Desainer Tingkatkan Kompetensi hingga Bisnis

Bukan Lagi Sekadar Cangkul, Teknologi Bantu Petani Bantul Kelola 200 Hektare Lahan Bawang Merah

Wali Kota Jakarta Barat Beri Penghargaan kepada PLN atas Kontribusi Cegah Kebakaran.

Pesawat Listrik Terbesar Dunia X1 Sukses Terbang Perdana, Biaya Cas Cuma Rp88 Ribu!

Siagakan 93.782 Ton Beras, Bulog Antisipasi Krisis Pangan Pascagempa NTT

PLN Hadir di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Ada Promo Merdeka Daya Diskon 50 Persen

Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan Selasa 25 Agustus 2026, Ini Daftar 25 Ruas Jalan

Beroperasi 26 Agustus 2026, Ini Daftar 5 Stasiun Baru LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai

TPOS Gedebage Ditargetkan Rampung 2027, Bandung Siapkan Teknologi Baru Olah 300 Ton Sampah per Hari

Desainer Masa Depan Wajib Kuasai AI hingga Bisnis, Kampus Diminta Jadi Ruang Eksperimen Kreatif

Bapemperda DKI Minta Naskah Akademik 16 Ranperda Prioritas 2027 Disiapkan Sejak Awal

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.