Cegah Banjir, Kalsel Usul Modifikasi Cuaca ke Pusat
Senin, 27 Jan 2025, 01:30 WIBBanjarbaru - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Kalimantan Selatan (BPBD Kalsel) mengusulkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) ke pusat untuk mengurangi curah hujan yang melanda provinsi itu karena intensitas cukup tinggi guna mencegah bencana banjir yang melanda sejumlah kabupaten/kota.
âBerdasarkan prakiraan BMKG, hujan masih membasahi Provinsi Kalsel hingga April 2025,â kata Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel Bambang Dedy Mulyadi di Banjarbaru, Ahad.
Dia menjelaskan curah hujan dengan rentang waktu yang cukup lama ini, pemerintah daerah penting mengambil langkah-langkah nyata terutama peningkatan mitigasi.
âSehingga kami mempertimbangkan penting mengusulkan OMC agar segera dilakukan di langit Kalsel sebagai solusi tepat mitigasi bencana banjir,â ujarnya.
Menurut Bambang, OMC menjadi salah satu langkah strategis untuk mendukung upaya mitigasi bencana di musim penghujan, terutama untuk mengurangi potensi terjadinya bencana hidrometeorologi.
Ia berharap pemerintah pusat mengabulkan usulan OMC di Kalsel sehingga memberikan manfaat besar bagi pengurangan risiko bencana banjir.
Berdasarkan data bidang Pusdalops BPBD Kalsel, curah hujan sejak 1-25 Januari 2025 telah menyebabkan banjir di berbagai wilayah, jumlah warga yang terdampak sebanyak 24.618 KK atau 68.072 jiwa, sedangkan rumah yang terendam 21.673 unit rumah.
Bambang mengatakan hujan dengan intensitas sedang dan tinggi selama satu bulan terakhir ini terjadi hampir merata di wilayah Kalimantan Selatan, dampak bencana akibat perubahan iklim ini membuat ruas jalan dan perumahan permukiman penduduk di daerah Kalsel terendam.
Dalam menangani banjir dan bencana alam lainnya, BPBD Kalsel telah melakukan mitigasi, secara struktural yaitu membangun sarana fisik dengan kegiatan antara lain pembangunan bendungan, tabat, tanggul normalisasi sungai, serta sarana fisik lain.
Sedangkan mitigasi non-struktural melalui kebijakan dan regulasi, salah satunya dengan penguatan regulasi dokumen kebencanaan, yakni dokumen peta kerawanan bencana, Kajian Risiko Bencana Nasional 2022-2026, Rencana Penanggulangan Bencana (RPB) 2025- 2029, Rencana Kontingensi Banjir 2025- 2027.
Selain itu, dokumen Rencana Kontingensi Bencana Kekeringan 2025- 2027, Rencana Kontingensi Bencana Longsor 2025 -2027, dan Rencana Kontigensi Bencana Karhutla Tahun 2025-2027.
Gubernur Kalsel Muhidin telah menginstruksikan jajarannya untuk proaktif membantu masyarakat yang terdampak banjir selama periode Januari. Bahkan Gubernur Kalsel telah meninjau kondisi warga yang terdampak banjir di sejumlah desa di Kabupaten Barito Kuala pada Sabtu (25/1).
Gubernur Kalsel turut menyalurkan bantuan kepada warga terdampak banjir di Kecamatan Mandastana, dengan menaiki perahu karet bermesin menyusuri perairan sungai-sungai kecil.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Papua Pegunungan Digenjot Program Sekolah Rakyat hingga Unggul Garuda, Ini Tujuannya
-
Pemprov DKI Beri Santunan dan Jamin Pendidikan Anak Korban Tabrakan KRL-Argo Bromo
-
No Open House di Rumah Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman Tegaskan Idul Fitri 1447 H Tetap Khidmat
-
Hujan Dini Hari di Musim Kemarau Picu Banjir di Belasan Lokasi Surabaya, Armada Damkar Dikerahkan Sedot Genangan
-
Banjir Rendam 12 RT dan Empat Ruas Jalan di Jakarta Barat
-
BNPB lakukan operasi modifikasi cuaca di Jambi
-
Pascabanjir di wilayah Solo dan Sukoharjo
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.