- Home
-
- Luar Negeri
-
- Akhirnya Trump Buka-bukaan...
Akhirnya Trump Buka-bukaan soal Pembunuhan Presiden Kennedy dan Martin Luther King
Sabtu, 25 Jan 2025, 17:49 WIBWASHINGTON - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, pada Jumat (24/1) mengeluarkan perintah eksekutif terbaru yang menyerukan deklasifikasi dokumen yang terkait dengan tiga pembunuhan paling signifikan dalam sejarah Amerika Serikat: pembunuhan Presiden AS ke-35, John F Kennedy (JFK), mantan jaksa agung
Robert F Kennedy (RFK), dan tokoh gerakan hak sipil, Martin Luther King Jr (MLK).
"Ini adalah hal yang besar. Banyak orang telah menunggu ini selama bertahun-tahun, selama puluhan tahun," kata Trump, saat menandatangani perintah di Gedung Putih.
"Dan semuanya akan terungkap."
Dari Al Jazeera, selama bertahun-tahun, berkas-berkas pembunuhan JFK, RFK, MLK telah memukau para peneliti, reporter, ahli teori konspirasi, dan politisi, termasuk Trump.
Pada tahun 1992, Kongres AS meloloskan undang-undang yang mengamanatkan agar berkas terkait pembunuhan JFK dirilis dalam waktu 25 tahun kecuali presiden memutuskan bahwa kerugian terhadap keamanan nasional lebih besar daripada kepentingan publik dalam pengungkapan tersebut.
Banyak berkas tentang pembunuhan JFK pada tahun 1963 telah dirilis; hanya kurang dari 4.700 yang disembunyikan sebagian atau seluruhnya.
Dalam perintah eksekutif baru ini, Trump tidak menyebutkan dokumen mana yang akan dirilis, dan ia tidak menjanjikan deklasifikasi menyeluruh. King dan Robert Kennedy sama-sama dibunuh pada tahun 1968.
Catatan tersebut tidak diharapkan akan segera dirilis.
âDalam waktu 15 hari sejak tanggal perintah ini, Direktur Intelijen Nasional dan Jaksa Agung, berkoordinasi dengan Asisten Presiden untuk Urusan Keamanan Nasional dan Penasihat Presiden, harus menyampaikan rencana kepada Presiden untuk merilis secara penuh dan menyeluruh catatan yang berkaitan dengan pembunuhan Presiden John F. Kennedy,â bunyi perintah eksekutif tersebut.
Batas waktunya adalah 45 hari untuk berkas RFK dan MLK.
Robert F Kennedy Jr, calon menteri kesehatan dan layanan kemanusiaan di bawah Trump, dan keponakan JFK sekaligus putra Robert Kennedy, telah mengklaim bahwa badan intelejen AS, CIA terlibat dalam pembunuhan pamannya â sebuah tuduhan yang dibantah oleh badan tersebut sebagai tidak berdasar.
Sedangkan MLK ditembak mati oleh James Earl Ray, seorang buronan yang merupakan pendukung segregasi rasial. Namun, anggota keluarga King mengklaim bahwa Ray tidak bertindak sendirian.
Apa yang dikatakan Trump tentang berkas tersebut?
"Saya kini telah memutuskan bahwa penyuntingan dan penyembunyian informasi yang berkelanjutan dari catatan yang berkaitan dengan pembunuhan Presiden John F. Kennedy tidak sesuai dengan kepentingan publik dan rilis catatan ini sudah lama tertunda," kata Trump dalam perintah eksekutif.
Ia menambahkan bahwa âSaya telah memutuskan bahwa penerbitan semua catatanâ yang terkait dengan kematian Senator Kennedy dan Dr. King âjuga demi kepentingan publikâ.
Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S
Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
KP2MI Targetkan 500 Ribu Talenta Lewat Program SMK Go Global hingga 2029
-
Trump Izinkan Perusahaan Swasta AS Jalankan Serangan Siber terhadap Organisasi Kriminal Asing
-
Bencana Longsor Memutus Akses Jalan di Nagano, Jepang. Ratusan Orang Terisolasi
-
Menko PMK Ajak Anak Berani Laporkan Kasus Kekerasan
-
Nyesek! Sempat Kejar Dua Set, Timnas Voli Putra Indonesia Malah Kena Hajar Kamboja di Final!
-
Pilihan Pelancong Dunia, Vietjet Dinobatkan sebagai Maskapai dengan Seragam Awak Kabin Terbaik
-
Lada Putih Muntok Bangka Siap Mendunia, Kementerian UMKM Bidik 1.200 Restoran di 63 Negara
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.