Ini yang Dilakukan Pemerintah Tingkatkan Kesejahteraan Warga dengan Wujudkan MBG bagi Ibu Hamil hingga Balita
Selasa, 21 Jan 2025, 01:26 WIBKOTA BOGOR - Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN bersama Badan Gizi Nasional (BGN) mewujudkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk ibu hamil, ibu menyusui, hingga balita.
âKita kerja sama yang nanti dilanjutkan perjanjian kerja sama untuk supporting program ini. Di kita itu khusus ibu hamil dan balita di luar PAUD,â kata Mendukbangga/Kepala BKKBN, Wihaji saat bersama Kepala BGN Dadan Hindayana mengunjungi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tanah Sareal, Kota Bogor, Jawa Barat, Senin (20/1).
Keduanya kemudian meninjau pemberian makanan bergizi untuk kalangan ibu hamil, ibu menyusui, dan balita di Posyandu Kenari, Kelurahan Kedungbadak, Tanah Sareal, Kota Bogor, yang letaknya tak jauh dari SPPG Tanah Sareal. Makan bergizi diberikan kepada 14 ibu hamil, 89 ibu menyusui, dan 231 anak balita yang tergabung dalam Posyandu Kenari.
Wihaji menjelaskan Kemendukbangga berbagi tugas dengan kementerian lain dalam menjalankan program prioritas Presiden Prabowo Subianto tersebut, khususnya bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
âIni untuk memastikan bahwa MBG bukan untuk anak sekolah saja. Tetapi juga untuk ibu hamil, menyusui dan anak balita,â sebutnya.
Cukup Pelik
Wihaji mengungkapkan, dalam pelaksanaan MBG untuk posyandu ini berbeda dengan program yang sama bagi anak sekolah. Karena, untuk anak sekolah pemberian MBG cukup mudah bisa dilakukan di sekolah, sedangkan untuk posyandu cukup pelik karena pertemuan di posyandu hanya sekali dalam satu bulan sementara makan gratis diberikan sehari sekali.
Kemendukbangga bekerja sama dengan pihak BGN dalam menyediakan menu, sementara untuk daftar penerima dan distribusinya akan dilakukan Kemendukbangga.
âOleh karena itu tim pendamping kita nanti yang akan mendata siapa penerimanya,â ujarnya.
Sementara, Kepala BGN Dadan Hindayana menjelaskan MBG untuk posyandu ini merupakan edukasi bagaimana keluarga bisa memenuhi gizi untuk keluarga. Stok gizi nasional sebenarnya sudah tersedia, namun seringkali edukasi pemenuhan gizi keluarga belum terpenuhi karena berbagai alasan.
âUntuk ibu hamil, ibu menyusui dan anak balita kami tidak membuat infrastruktur baru. Kami memanfaatkan infrastruktur yang sudah ada, yaitu ada posyandu, kemudian ada bidan desa, ada puskesmas,â kata Dadan.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Program Makan Bergizi Gratis di Papua Barat Daya Belum Merata, Dua Daerah Masih Tertunda
-
Cirebon Krisis Produksi! Pemkot Luncurkan ‘Gapura Pangan’ untuk Amankan Pasokan dari Luar Daerah
-
SGC Dorong Petani Lampung Bangkit dengan Skema Kemitraan Tebu
-
Mudik Lebaran 2026: Terpadu, Aman, dan Efisien Berkat Koordinasi Semua Pihak
-
Indonesia Masters 2026: Sebanyak 16 Wakil Indonesia dari Lima Sektor ke Babak Kedua
-
MBG Ciptakan 600 Ribu Lapangan Kerja dan Dongkrak Ekonomi Lokal
-
Tradisi Tumpengan Diusulkan Jadi Kekayaan Intelektual Gastronomi Nasional
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.