Petani Lebak Manfaatkan Pompa untuk Jaga Tanaman Padi Hindari Kekeringan
Rabu, 22 Jul 2026, 16:40 WIBLEBAK -- Petani di Kabupaten Lebak, Banten, mengoptimalkan penggunaan pompa air untuk menjaga produktivitas padi pada musim kemarau, sehingga pasokan pangan tetap terjaga dan risiko gagal panen dapat ditekan.
Ketua Kelompok Tani Sekarsari Blok Cilangkap Kabupaten Lebak Jalil mengatakan pompa air dimanfaatkan untuk menyedot air dari Sungai Ciujung guna mengairi sekitar 15 hektare lahan sawah yang mulai terancam kekeringan.
"Kami terpaksa menggunakan pompa air karena areal persawahan mulai terancam kekeringan. Dengan bantuan pompa dari Kementerian Pertanian, kebutuhan air tanaman padi yang rata-rata berumur empat pekan setelah tanam dapat terpenuhi," katanya di Lebak, Selasa.
Menurut dia, ketersediaan air melalui pompa tersebut diharapkan mampu menjaga pertumbuhan tanaman sekaligus mempertahankan produktivitas padi pada musim tanam kali ini.
Petani di Kecamatan Cibadak, Ruhiana, juga memanfaatkan pompa air dengan mengambil pasokan dari Sungai Ciujung untuk mengairi sekitar 50 hektare sawah. Lahan tersebut ditanami padi berumur 50 hingga 65 hari setelah tanam dan diperkirakan memasuki masa panen pada awal September 2026.
"Kami bersyukur tanaman padi yang sempat terancam kekeringan masih bisa diselamatkan dengan bantuan pompa air," katanya.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Rahmat Yuniar mengatakan penggunaan pompa air menjadi salah satu langkah mitigasi yang ditempuh pemerintah daerah bersama kelompok tani untuk menjaga keberlanjutan produksi pangan selama musim kemarau.
Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), musim kemarau di wilayah tersebut berlangsung pada Juni hingga September 2026. Karena itu, kelompok tani diminta mengaktifkan pompa air bantuan pemerintah pada lahan yang masih memiliki akses terhadap sumber air seperti sungai, saluran irigasi, maupun air tanah.
"Kami meminta petani yang lahannya mulai kekurangan air segera melapor kepada petugas penyuluh lapangan agar dapat difasilitasi penggunaan pompa air sehingga tanaman padi tetap memperoleh pasokan air yang dibutuhkan," katanya.
Rahmat mengatakan hingga saat ini luas areal persawahan yang terdampak kekeringan mencapai sekitar 372 hektare. Namun, pemerintah daerah belum menerima laporan adanya gagal panen karena petani masih mampu memenuhi kebutuhan air melalui pemanfaatan pompa dan pengelolaan irigasi.
Selain itu, pemerintah daerah juga mengarahkan petani di lahan yang tidak memiliki sumber air memadai untuk menyesuaikan pola tanam dengan mengembangkan komoditas hortikultura dan palawija, seperti jagung, sayuran, dan umbi-umbian, sebagai upaya menjaga produktivitas lahan selama musim kemarau.
Langkah adaptasi tersebut diharapkan dapat menjaga kesinambungan produksi pertanian, memperkuat ketahanan pangan daerah, sekaligus mempertahankan pendapatan petani di tengah tantangan cuaca pada musim kemarau.
- Ancaman Kekeringan
Redaktur: Koran Jakarta
Penulis: Antara, Sujar
Berita Terkait:
-
Rating Pialang Berjangka Kuartal I Dibuka, Siapa Paling Unggul?
-
Gelombang Tinggi Hantam Situbondo Sejumlah Perahu Nelayan Rusak
-
Arteta vs Luis Enrique: Sahabat Lama, Rival di Final Liga Champions
-
Taman Bacaan Ruman Aceh Membagikan 150 Buku kepada Masyarakat
-
Jose Mourinho Akui Ada Kontak dengan Real Madrid
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.