Tradisi Tumpengan Diusulkan Jadi Kekayaan Intelektual Gastronomi Nasional
Jumat, 20 Feb 2026, 14:08 WIBJAKARTA - Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) mendukung upaya untuk menjadikan hidangan tumpeng dan karya gastronomi Indonesia yang lain sebagai kekayaan intelektual guna mendorong peningkatan ekonomi kreatif daerah.
Saat menerima perwakilan Indonesia Gastronomy Community (IGC) di Autograph Tower, Jakarta, Kamis (19/2), Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menilai kekhasan tumpeng bisa menjadi fondasi kuat untuk mengembangkannya menjadi kekayaan intelektual (Intellectual Property/IP) gastronomi nasional.
"Di Kementerian Ekonomi Kreatif, kami mendorong agar kekayaan budaya dapat menjadi IP yang bisa dikomersialisasikan dan memberi manfaat luas bagi masyarakat," katanya sebagaimana dikutip dalam siaran pers kementerian di Jakarta pada Jumat.
Kemenekraf mendukung upaya IGC selaku inisiator pengembangan ekosistem gastronomi Indonesia berbasis riset, kurasi, dan penguatan kekayaan intelektual.
Komunitas yang dibentuk tahun 2020 ini antara lain berfokus pada penguatan merek gastronomi Indonesia, pengembangan IP kuliner Nusantara, serta pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) gastronomi.
"IGC adalah komunitas yang mencintai makanan, minuman, budaya, dan filosofi gastronomi," kata Ria Musiawan selaku ketua umum IGC periode 2023â2026.
"Kami ingin tumpeng semakin dikenal dan dipahami maknanya sebagai simbol persatuan. Kami berharap hari ini menjadi awal yang baik untuk membangun kolaborasi yang lebih konkret," ia menambahkan.
Dalam pertemuan dengan pejabat Kemenekraf, IGC mengusulkan upaya untuk meningkatkan UMKM kuliner, membangun Gastronomy Creative Hub dan model pameran berbasis pengalaman, mengintegrasikan gastronomi dalam agenda promosi ekonomi kreatif, serta mengembangkan model gastronomi berbasis dampak sosial melalui edukasi pangan lokal.
Deputi Bidang Kreativitas Budaya dan Desain Kementerian Ekonomi Kreatif Yuke Sri Rahayu mengapresiasi konsistensi IGC dalam mengangkat kekayaan kuliner berbasis sejarah dan budaya.
Yuke menekankan pentingnya penguatan kurasi dan penceritaan dalam upaya untuk meningkatkan daya saing produk kuliner Indonesia.
"Tradisi pertumpengan dapat menjadi pilot project yang menunjukkan bahwa kekayaan budaya kita memiliki potensi nilai tambah yang besar untuk komersialisasi IP gastronomi nasional," katanya.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Pemkab Solok dan BPJS Ketenagakerjaan Perkuat Sinergi Perlindungan bagi Pekerja
-
Nottingham Forest vs Manchester United: Setan Merah Mengincar Posisi Empat Besar di City Ground
-
Tak Gentar Ancaman Trump, China Tetap Batasi Ekspor Tanah Jarang
-
Sabalenka dan Pegula Amankan Tempat di Semifinal WTA Finals
-
Pemkot: Taman Alun-Alun Bandung Lebih Sejuk dan Nyaman Pasca Revitalisasi
-
Longsor Parah di Tanjung Raya Maninjau, Puluhan Warga Agam Mengungsi ke Kelok 42
-
Tokopedia dan TikTok Shop Gandeng Kemendag Latih Perempuan Pelaku Usaha di Hari Kartini
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.