Pemkab Bandung Barat Siapkan Berbagai Upaya Lindungi Produksi Padi
Rabu, 22 Jul 2026, 16:37 WIBBANDUNG BARAT -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung Barat, Jawa Barat, menyiapkan berbagai upaya melindungi petani sekaligus menjaga produksi padi pada musim tanam kedua (MT II) 2026 di tengah ancaman kekeringan akibat musim kemarau.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bandung Barat Lukmanul Hakim di Bandung Barat, Rabu, mengatakan pemerintah daerah telah menyiapkan upaya penyebaran benih cadangan, perlindungan Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP), dan cadangan pangan mengantisipasi gagal panen.
"Apabila terjadi gagal panen, pemerintah telah menyiapkan benih cadangan untuk bantuan kepada petani serta melakukan verifikasi kerusakan lahan sebagai dasar pengajuan klaim Asuransi Usaha Tanaman Pangan (AUTP)," kata Lukman.
Dirinya menyebut langkah tersebut menjadi penting karena pihaknya menargetkan produksi padi sepanjang 2026 mencapai 265.368,2 ton gabah kering panen (GKP), sehingga perlu berbagai langkah perlindungan terhadap petani dan produksi pangan selama musim kemarau.
Bandung Barat memiliki luas lahan baku sawah sekitar 18.093,77 hektar yang terdiri atas 3.737,43 hektar sawah irigasi teknis dan 14.356,34 hektar sawah nonirigasi yang tersebar di 13 kecamatan sentra produksi pangan.
Terlebih, Data Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian menunjukkan, produksi padi pada semester pertama 2026 hanya mencapai 144.977 ton Gabah Kering Panen (GKP) atau setara 81.514 ton beras.
Selain menyiapkan benih cadangan, pemerintah juga mendorong petani menggunakan varietas padi tahan kekeringan, seperti Inpari 42 dan Inpari 48, menerapkan teknik budidaya hemat air, menyesuaikan waktu tanam, serta melakukan diversifikasi komoditas untuk mengurangi risiko kerugian.
Lukman mengatakan pemerintah daerah juga menyiapkan cadangan pangan guna mengantisipasi kebutuhan masyarakat apabila dampak kekeringan meluas.
"Pemerintah daerah juga menyiapkan cadangan pangan untuk kebutuhan darurat apabila bencana berdampak pada masyarakat," ujarnya.
Menurut dia, hingga kini belum ada desa di Kabupaten Bandung Barat yang mengalami kekeringan total.
Meskipun demikian, pihaknya tetap waspada karena hasil pendataan petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tanaman (POPT) menunjukkan sedikitnya 433 hektare lahan pertanian telah masuk kategori terancam terdampak kekeringan.
Redaktur: Koran Jakarta
Penulis: Antara, Sujar
Berita Terkait:
-
Sawah 120 Hektar di Jatim Terancam Kekeringan, Menteri PU Turunkan 13 Pompa Darurat!
-
Gamelan Baru Perkuat Aktivitas Seni di Tiga Kalurahan Bantul
-
Gunung Lokon di Tomohon Kembali Alami Peningkatan Gempa Vulkanik
-
Sedimen Numpuk di Intake Bendung Kamijoro, Pasokan Air 2.563 Hektar Sawah di Jogja Terganggu
-
Penyaluran Bantuan 15 Juta Liter Air untuk Warga Terdampak Kekeringan di Bekasi
-
Mohamed Salah Batal Tampil Bela Mesir di Kualifikasi Piala Afrika, Lapangan Sintetis Jadi Penyebab
-
Kekeringan dan Rob Hantam Demak, 124 Hektare Sawah di Kekeringan Parah
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.