Ini Sejumlah Hal yang Patut Diwaspadai saat HMPV Menulari Anak-anak
Sabtu, 11 Jan 2025, 00:09 WIBJakarta - Dokter spesialis anak konsultan respirologi dari RSUP Persahabatan menyebut terdapat sejumlah hal yang perlu diwaspadai oleh orang tua saat Human metapneumovirus (HMPV) menyerang anak- anak.
âApabila ditemukan seperti ini kita perlu waspada dan perlu membawa anak ke rumah sakit,â kata dr. Tjatur Kuat Sagoro SpA (K) dalam diskusi daring di Jakarta, Jumat.
Tjatur mengatakan hal pertama yang patut diwaspadai oleh orang tua adalah ketika anak merasa gelisah, tidak ceria seperti sebelumnya dan tidur tidak lelap.
Hal selanjutnya yakni terjadi sesak napas, adanya napas cuping, retraksi suprasternal dan intercostal. Menurut Tjatur, sesak napas pada anak berbeda dengan orang dewasa dalam hal frekuensinya.
Pada bayi usia 0-2 bulan, napas dibilang cepat apabila tarikannya lebih dari 60 kali per menit. Kemudian pada anak usia 2 bulan sampai 1 tahun dinyatakan cepat bila nafasnya lebih dari 50 kali per menit dan begitu seterusnya.
Tjatur melanjutkan khusus pada bayi, hal yang perlu diwaspadai apabila minum tidak habis seperti biasa dan mudah melepaskan hisapan.
âKalau dia minum ASI atau susu ya, itu minum lepas, minum lepas, itu harus waspada,â katanya.
Kondisi lain yang ia sebutkan yakni bila anak digendong, detakan jantung terasa lebih cepat dan anak tidak mau bermain seperti biasa.
Menurutnya, penularan infeksi HMPV pada anak melalui percikan napas (droplet), dengan masa inkubasi berkisar antara tiga sampai lima hari meskipun dapat bervariasi antar individu.
Gejalanya pada anak berupa batuk, pilek, demam, sakit kepala hingga sakit tenggorokan.
Adapun pengobatan untuk infeksi HMPV bersifat suportif yakni fokus pada penanganan gejala yang timbul seperti antipiretik, oksigenasi dan terapi cairan.
Namun, beberapa penelitian telah menunjukkan kemungkinan penggunaan ribavirin, immunoglobulin, fusion inhibitors dan small interfering ribonucleic acids (siRNA) untuk pengobatan dan pengendalian infeksi HMPV.
Oleh sebab itu, Tjatur merekomendasikan pada seluruh masyarakat untuk mulai menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di rumah, sekolah hingga tempat umum juga amat penting agar anak terlindungi dari penularan.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Mantan Menag Yaqut Cholil Qoumas ditahan KPK
-
Bundesliga Jerman: Bayern Tahan Imbang Leverkusen 1-1 Meski Bermain dengan Sembilan Orang
-
Indodana PayLater dan Alfagift Hadirkan Kemudahan Belanja Harian yang Praktis dan Aman
-
Lapas Kediri Libatkan WBP Adakan Pekan Olahraga untuk Peringati HUT Ke-80 RI
-
Tribune Selatan GBLA Ditutup Saat Laga Persib vs Persita, Ini Alasannya
-
Presiden Akan Memberi Bill Gates Tanda Kehormatan karena Dinilai Berjasa
-
Schneider Electric Dukung RS Telogorejo Jadi Smart Hospital melalui Penerapan Teknologi EcoStruxure Building Operation
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.