Anggota DPR Dukung Wacana Libur Sekolah Selama Ramadan, Ini Alasannya
Kamis, 02 Jan 2025, 14:52 WIBJAKARTA - Anggota Komisi VIII DPR RI Ashari Tambunan menyatakan mendukung wacana mengenai sekolah yang diliburkan selama bulan Ramadan.
Menurut Ashari dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Kamis (2/1), adanya libur sekolah dapat membuat peserta didik menjalankan ibadah puasa secara khusyuk.
âSaya menilai langkah tersebut sangat positif agar peserta didik mampu menjalankan ibadah puasa secara khusyuk di bawah pengawasan orang tua masing-masing,â ucapnya.
Dengan adanya libur sekolah, kata dia, peserta didik dapat diarahkan oleh orang tuanya masing-masing untuk menjalankan berbagai ibadah sebagai kegiatan dalam mengisi masa liburnya.
"Peserta didik nanti bisa diarahkan untuk mengikuti kegiatan tadarus, buka bersama, hingga kajian di masjid atau mushalla di sekitar tempat tinggalnya. Dengan demikian, mereka bisa memahami arti penting kebersamaan di lingkungan masing-masing,â kata dia.
Menurut dia, akan banyak manfaat jika peserta didik belajar di rumah selama bulan Ramadan. Peserta didik bisa menjalankan puasa dengan lebih serius dan orang tua juga akan menjadi lebih tenang karena intensitas anak di luar rumah selama Ramadhan menjadi berkurang.
âSekolah tetap bisa memberikan tugas belajar secara daring sehingga materi pelajaran juga tidak ketinggalan,â ujar Ashari.
Sebelumnya, media massa mengabarkan bahwa Wakil Menteri Agama Muhammad Syafi'i menyebutkan adanya wacana tentang sekolah diliburkan selama satu bulan. Namun demikian, Syafi'i mengatakan belum ada pembahasan seputar itu.
Adapun dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi tentang Libur Nasional dan Cuti Bersama 2025, terdapat sebanyak 16 libur nasional serta 7 cuti bersama. Terkait hal itu, dicantumkan Idul Fitri 1446 H tanggal 31 Maret-1 April.
Libur sekolah selama Ramadhan pernah diterapkan di era Presiden keempat RI Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, agar lebih fokus mempelajari ilmu agama dan khusyuk beribadah.
Sementara itu, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti mengatakan belum ada pembahasan mengenai libur sekolah selama bulan puasa, dan hal tersebut masih berupa wacana di Kementerian Agama, belum berupa keputusan.
Oleh karena itu, dia pun belum tahu apakah wacana tersebut akan dibahas di tingkat kementerian koordinator atau langsung dibahas di bawah presiden.
Redaktur: Sriyono
Penulis: Sriyono
Berita Terkait:
-
Mengisi libur sekolah dengan edukasi kearifan lokal
-
Komoditas Ekspor Sulawesi Selatan Telah Jangkau 63 Negara
-
Peran Desa Digenjot, Wamentan Minta Kades Jadi Penggerak Inklusivitas
-
Hore! Pemerintah Diskon Tiket Liburan Sekolah, Lihat Daftarnya Disini
-
Militer AS Kembali Serang “Kapal Narkoba” di Samudra Pasifik, Tiga Orang Tewas
-
Bandung Siapkan 20 Infrastruktur Pengendali Banjir, Solusi Atasi Banjir Tahunan!
-
Memasuki Musim Kemarau, BPBD DKI Siapkan Mitigasi El Nino dan Polusi Udara
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.