Ancelotti Jadi Harapan Baru Brasil Akhiri Penantian 24 Tahun Juara Piala Dunia

Rabu, 27 Mei 2026, 06:00 WIB

PARIS, PRANCIS — Harapan Brasil untuk merebut kembali supremasi Piala Dunia dari dominasi negara-negara Eropa kini berada di tangan seorang pelatih asal Eropa. Federasi Sepak Bola Brasil menunjuk Carlo Ancelotti sebagai sosok yang diharapkan mampu mengakhiri penantian panjang Selecao menuju gelar dunia keenam.

Sudah 24 tahun berlalu sejak Brasil terakhir kali mengangkat trofi Piala Dunia pada 2002. Rentang waktu itu sama panjangnya dengan penantian mereka antara era kejayaan Pele yang membawa Brasil juara pada 1970 hingga sukses berikutnya di 1994.

Ket. Foto: Carlo Ancelotti dan Neymar. — Sumber: AFP

Bagi Ancelotti, turnamen tahun 2026 menjadi kesempatan untuk menuntaskan ambisi yang belum tercapai sepanjang karier kepelatihannya. Pelatih berusia 66 tahun itu belum pernah merasakan gelar Piala Dunia, meski telah mengoleksi hampir seluruh trofi bergengsi di level klub.

“Saya tidak terobsesi memenangkan Piala Dunia, tetapi saya menikmati dan memiliki gairah terhadap momen ini, memimpin tim nasional terpenting di dunia,” ujar Ancelotti dalam wawancara dengan The Guardian.

Dengan karakter tenang di pinggir lapangan serta pendekatan taktik yang pragmatis, Ancelotti dianggap sebagai salah satu pelatih tersukses dalam sejarah sepak bola modern. Ia telah memenangkan Liga Champions lima kali, dua bersama AC Milan dan tiga bersama Real Madrid, serta meraih gelar liga domestik di Italia, Inggris, Prancis, Jerman, dan Spanyol.

Setelah meninggalkan Madrid tahun lalu, Ancelotti menjadi pelatih permanen ketiga Brasil sejak Piala Dunia 2022. Pergantian pelatih terus terjadi menyusul kegagalan demi kegagalan Selecao di turnamen besar.

Sejak menjadi juara pada 2002, Brasil empat kali tersingkir di perempat final Piala Dunia dan hanya sekali mencapai semifinal, yakni ketika dipermalukan Jerman 1-7 di depan publik sendiri pada 2014.

Kekalahan adu penalti dari Kroasia di Qatar 2022 mengakhiri era Tite. Penggantinya, Fernando Diniz, hanya bertahan enam pertandingan sebelum digantikan Dorival Junior. Namun Dorival juga gagal memenuhi ekspektasi setelah Brasil tersingkir di perempat final Copa America 2024 dan dihancurkan Argentina 1-4 dalam kualifikasi Piala Dunia.

Ancelotti kemudian datang untuk menstabilkan situasi. Brasil memang lolos ke putaran final, tetapi hanya finis di posisi kelima klasemen kualifikasi zona Amerika Selatan, tertinggal 10 poin dari Argentina di puncak.

Sejak ditangani Ancelotti, Brasil mencatat tiga kemenangan, satu hasil imbang, dan dua kekalahan dalam laga uji coba, termasuk saat menghadapi Jepang dan Prancis. Sang pelatih juga terus bereksperimen dengan sejumlah formasi.

Meski membawa nuansa baru, Ancelotti tidak melakukan revolusi total. Delapan pemain yang tampil saat melawan Kroasia pada 2022 masih masuk skuadnya saat ini.

Bek tengah Eder Militao harus absen karena cedera bersama dua penyerang muda, Rodrygo dan Estevao. Sementara striker Joao Pedro tidak masuk daftar pemain.

Keputusan paling menyita perhatian adalah kembalinya Neymar ke skuad Piala Dunia. Mantan bintang Barcelona dan Paris Saint-Germain itu diproyeksikan tampil di Piala Dunia keempatnya meski belum bermain untuk Brasil sejak 2023 akibat cedera berkepanjangan.

Kini membela Santos, Neymar diperkirakan hanya akan memiliki peran terbatas. Tanggung jawab utama di lini depan kemungkinan besar berada di pundak Vinicius Junior.

Selain Vinicius, Brasil juga mengandalkan Matheus Cunha dan Raphinha di sektor serang. Di lini tengah, duet Casemiro dan Bruno Guimaraes diharapkan menghadirkan keseimbangan.

Sementara di jantung pertahanan, Gabriel Magalhaes dari Arsenal serta Marquinhos dari PSG akan langsung bergabung usai tampil di final Liga Champions.

Ekspektasi publik Brasil terhadap Ancelotti sangat tinggi. Negeri samba itu haus gelar dunia setelah kejayaan pada 1958, 1962, 1970, 1994, dan 2002.

Sebagai pemain, Ancelotti pernah melewatkan keberhasilan Italia menjuarai Piala Dunia 1982 akibat cedera. Ia kemudian masuk skuad pada 1986 tanpa bermain, sebelum tampil pada edisi 1990 ketika Italia kalah dramatis dari Argentina di semifinal lewat adu penalti.

Empat tahun kemudian, Ancelotti menjadi asisten Arrigo Sacchi saat Italia kembali kalah dari Brasil melalui adu penalti di final Piala Dunia 1994 di Pasadena.

“Di negara lain, tim nasional tidak sepenting di Brasil. Orang Eropa tidak memiliki kecintaan yang sama terhadap seragam tim nasional,” kata Ancelotti.

Brasil tergabung dalam grup bersama Haiti, Scotland, dan Morocco. Mereka akan membuka perjalanan menghadapi Maroko di New Jersey pada 13 Juni.

Jika mampu menjadi juara grup, jalan Brasil menuju fase-fase akhir dinilai relatif lebih ringan. Namun sejarah masih menjadi bayang-bayang, sebab Selecao belum pernah lagi mengalahkan tim Eropa di fase gugur Piala Dunia sejak 2002.

Meski demikian, Federasi Sepak Bola Brasil (CBF) sudah menunjukkan kepercayaan penuh kepada Ancelotti dengan menyiapkan kontrak baru hingga Piala Dunia 2030.

“Kami memiliki pelatih tersukses di dunia. Kami harus memanfaatkan kehadirannya semaksimal mungkin agar meninggalkan warisan positif bagi sepak bola Brasil,” ujar Presiden CBF, Samir Xaud.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

Berita Terbaru

Simbol Hubungan Akrab, Sultan Brunei-Anwar Ibrahim Gelar Pertemuan di Istana Nurul Iman

LG Borong 17 Penghargaan IDEA 2026, Perkuat Prestasi Triple Crown di Ajang Desain Global

Trump Sumringah, Mahkamah Agung AS Izinkan Kembali Pembangunan Ballroom Gedung Putih

Uniqlo Fall/Winter 2026 Hadirkan Gaya Urban Fleksibel, Temani Aktivitas dari Kerja hingga Traveling

Terisolasi Usai Gempa M 7,7! Kemen ESDM Beberkan Kondisi Listrik dan BBM di Manggarai!

Ramaikan GBK, Lebih dari 5.000 Peserta Tumpah Ruah di BrookFarm Almond Run 2026

Siap Duduk Satu Meja? Pertemuan Putin dan Donald Trump di KTT APEC Tinggal Menunggu Waktu!

Mencekam! Lahan Gambut Pinggir Jalan Tol Mendadak Terbakar, Petugas Bertarung Tengah Malam!

Harga Bahan Pokok Lebak Merangkak Naik, Ada Apa dengan Pasar?

Tinggalkan Cara Lama! UMKM Papua Dipaksa Naik Kelas Lewat Jurus Digital BI!

Ekspedisi Patriot Gebrak di Kawasan Transmigrasi Simeulue, Budi Daya Ikan Dibidik Jadi Mesin Ekonomi

Omzet UMKM di KKI 2026 Tembus Rp144,2 Miliar, Produk Lokal Makin Menggigit

TP PKK dan Pemkab Banjar Buka Akses Layanan Operasi Bibir Sumbing Berkelanjutan

Bangkit dari Cedera Langsung Juara Dunia! Keajaiban An Se-young Hancurkan Mimpi Rekor Akane!

Magetan Tak Mau Ketinggalan, Peta Jalan Ekraf 2027 Disiapkan untuk Gebrak Ekonomi Kreatif

Jalan-Jalan Makin Nyaman, Bogor Siapkan Bus Listrik untuk Rute Wisata

Bukan Kaleng-Kaleng! KOI Bongkar Alasan Kejurnas Hoki 2026 Lebih Bergengsi dari SEA Games!

Pemkot Ambon Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berdasarkan Skala Prioritas

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

Anjlok ke Titik Terendah! Kebijakan Ekstrem PM Jepang Sanae Takaichi Bikin Rakyat Cemas!

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.