Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Ekonomi Lesu, Penundaan Kenaikan Kenaikan PPN Langkah Realistis

📅 Senin, 30 Des 2024, 11:34 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Ekonomi Lesu, Penundaan Kenaikan Kenaikan PPN Langkah Realistis Doc: istimewa
Ket. Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unika Atma Jaya, YB. Suhartoko mengatakan penundaan PPN langkah yang realistis. Apindo juga menilai kebijakan PPN 12 persen berbeda dengan yang diterapkan di Vietnam yang baru menurunkan PPN dari 10 ke 8 persen

JAKARTA-Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unika Atma Jaya, YB. Suhartoko mengatakan penundaan PPN merupakan langkah yang realistis saat ini di tengah ekonomi sedang lesu.

Dia menjelaskan, apabila situasi ekonomi sedang lesu, maka pertimbangan penerapan PPN adalah siapa yang paling banyak terbebani dalam kenaikan PPN.

Beban kenaikan PPN akan lebih besar, jika elastisitas harganya kurang elastis. Untuk barang mewah tentu saja lebih elastis permintaan daripada penawaran, sehingga beban lebih ke produsen. Untuk barang kebutuhan sehari hari lebih elastis penawaran sehingga beban ke pembeli atau konsumen. 

"Kondisi ekonomi yang sedang tidak bergairah peningkatan PPN saat ini tidak disarankan karena akan berdampak terhadap kontraksi konsumsi dan investasi dan tentu saja berdampak kepada pertumbuhan ekonomi,"tegas Suhartoko, Senin (30/12).

Pemerintah menurutnya, perlu mempertimbangkan untuk menunda kenaikan tarif PPN karena hampir semua indikator pertumbuhan ekonomi tidak mendukung untuk terlaksananya kenaikan PPN. Pertumbuhan konsumsi rumah tangga dan investasi sama sekali tak berarti. 

Kemudian lanjutnya, dari delapan negara di Asean, Indonesia merupakan negara dengan tarif PPN tertinggi, namun ironisnya upah minimumnya justru terendah. 

Pemerintah lanjut Suhartoko perlu memperhatikan rantai pasok juga agar dampak kenaikan PPN tidak semakin kontraktif.

Asosiasi pengusaha Indonesia (Apindo) keberatan dengan penerapan PPN 12 persen mulai Januari 2025. Apindo meminta pemerintah menunda karena dinilai dapat membebani biaya produksi. “Kami dari Apindo meminta pemerintah menunda pemberlakuan kebijakan PPN 12 persen,” kata Wakil Ketua bidang Ketenagakerjaan Apindo, Darwoto, di Cikarang, Sabtu (28/12).

Menurut dia, kebijakan PPN 12 persen sangat berbeda dengan kebijakan yang diterapkan di negara berkembang lain, seperti Vietnam yang baru-baru ini justru menurunkan PPN mereka dari 10 menjadi delapan persen. “Kalau kita lihat Vietnam malah jadi delapan persen, ini di kita kok malah naik,” katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Tim Piala Dunia, Mampukan Brasil Juara Keenam Kalinya?

20 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Tim Piala Dunia, Mampukan B...
Nasional
Dongkrak Kedatangan Turis, ...
Rona
Sering Melotot Belum Tentu ...
Daerah
RSUD Prambanan Ada Bau-bau ...
Daerah
Siswa Jalani Ujian Kenaikan...

Antisipasi Kemarau, Masa Tanam Dipercepat

43 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Antisipasi Kemarau, Masa Ta...
Daerah
Cukup Bagus Hasil Penanaman...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.