Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Optimalkan Sektor Perindustrian sebagai Mesin Ekonomi, Pemerintah Siapkan Beberapa Terobosan

📅 Senin, 23 Des 2024, 14:23 WIB | Oleh: Tim Penulis
Optimalkan Sektor Perindustrian sebagai Mesin Ekonomi, Pemerintah Siapkan Beberapa Terobosan Doc: Antara
Ket. Ilustrasi-Aktivitas industri otomotif.

JAKARTA – Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin) Faisol Riza mengatakan sektor perindustrian harus tumbuh hingga 8,6 persen dan memberikan kontribusi 22 persen terhadap PDB agar Indonesia keluar dari jebakan pendapatan menengah, serta mewujudkan pertumbuhan ekonomi.

Wamenperin dalam pernyataan di Jakarta, Senin (23/12), mengatakan untuk mewujudkan hal tersebut diperlukan peningkatan produktivitas industri melalui inovasi teknologi, peningkatan keterampilan dan pendidikan, serta efisiensi manajerial dan teknis.

"Untuk mencapainya, harus ditempuh dengan cara yang berbeda, karena dengan cara yang umum, sumber daya kita tidak akan cukup. Dengan demikian, kita harus mencari terobosan supaya dapat mencapai peningkatan industri dan sumbangan berupa kinerja kementerian yang tinggi,” kata dia.

Dia mencontohkan, salah satu unit kerja di lingkungan Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Kemenperin, yaitu Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kulit, Karet, dan Plastik (BBSPJIKKP) Yogyakarta memiliki potensi besar untuk pengembangan bisnis, sehingga membantu mengakselerasi pertumbuhan ekonomi di atas 8 persen.

Potensi tersebut yakni layanan Validasi Verifikasi Gas Rumah Kaca (VV GRK) dan skema Nilai Ekonomi Karbon (NEK).

"Namun, tantangannya adalah bagaimana menjangkau perusahaan-perusahaan yang membutuhkan layanan ini, mengingat banyak yang berlokasi di luar Yogyakarta,” katanya.

Lebih lanjut, Kepala BSKJI Andi Rizaldi menyampaikan melalui Pusat Industri Hijau, pihaknya telah mendorong dan memberikan fasilitasi pendirian Lembaga Validasi dan Verifikasi (LVV).

Setidaknya saat ini ada delapan LVV yang sedang proses menuju akreditasi, dan LVV BBSPJIKKP Yogyakarta merupakan yang pertama dimiliki oleh Kemenperin, dan saat ini sudah terakreditasi untuk lingkup nilai ekonomi karbon.

"Kami juga berharap LVV GRK dapat membantu terwujudnya industri hijau dan mendukung pertumbuhan ekonomi,” katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.