Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Esther Indef: RI Berpotensi Dirangkul Trump

📅 Kamis, 12 Des 2024, 13:12 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Esther Indef: RI Berpotensi Dirangkul Trump Doc: istimewa
Ket. Direktur Eksekutif Indef, Esther Sri Astuti, mengatakan Indonesia tidak perlu terlalu khawatir dengan langkah pengetatan dagang yang akan dilakukan Presiden Terpilih AS Donald Trump. RI bisa memanfaatkan program friendshoring Trump.

JAKARTA- Direktur Eksekutif Institute for Development of Efonomics and Finance (Indef), Esther Sri Astuti, mengatakan Indonesia tidak perlu terlalu khawatir dengan langkah pengetatan dagang yang akan dilakukan Presiden Terpilih AS Donald Trump. RI bisa memanfaatkan program friendshoring Donald Trump. 

Trump papar Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Diponegoro (Undip) Semarang itu, akan melihat negara mana yang berkontribusi paling besar pada defisit perdagangan US seperti halnya tahun 2019. "Dengan itu, Trump akan lebih agresif menyerang negara yang paling banyak impor ke AS,"ucap Esther, Kamis (12/12) menanggapi pernyataan Menteri Keuangan Sri Mulyani terkait perlunya kewaspadaan terhadap kebijakan Presiden baru AS, Donald Trump.

Di sisi lain ucap Esther, Trump yang baru dilantik Januari tahun depan punya program friendshoring yakni merangkul negara negara yang memberi benefit pada US. Ini strategi dengan memilih mitra di negara yang lebih dekat secara geografis dan selaras secara politik, ekonomi, dan sosial. 

Fenomena ini mencerminkan kecenderungan beberapa negara untuk mengurangi ketergantungan pada negara-negara yang dianggap sebagai pesaing atau ancaman. "Oleh karena itu Indonesia harus menangkap peluang program friendshoring ini,"ucapnya

Ketika ditanyakan apakah, RI bisa memanfaatkan perang dagang (trade war) ini untuk memasok bahan baku kendaraan listrik ke AS, Esther katakan, untuk hal ini Vietnam yang diuntungkan. "Karena secara geografis berdekatan dengan China, sehingga barang China dikirim ke Vietnam dan dilabelin made in Vietnam kemudian di ekspor ke US,"ucap Esther.

Vietnam juga papar dia punya perjanjian dagang dengan US, negara Eropa lain. "Jadi kalau Indonesia mau dapat benefit bisa tiru cara Vietnam,"pungkasnya

Diketahui, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati sehari sebelumnya, menyampaikan kewaspadaan pemerintah terhadap dampak kebijakan ekonomi dan politik Amerika Serikat (AS) setelah terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden AS. 

Dalam konferensi pers APBN KiTa edisi Desember 2024, Sri Mulyani menjelaskan bahwa arah kebijakan Trump kemungkinan besar akan lebih akseleratif dibandingkan masa jabatan sebelumnya, dengan implikasi signifikan terhadap ekonomi global, termasuk Indonesia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Olahraga
Crysencio Summerville
Megapolitan
BMKG Prakirakan Jakarta Ber...

Gelombang Panas Eropa: Menara Eiffel Ditutup Sementara

1 jam lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Gelombang Panas Eropa: Mena...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.