Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Bank Dunia Umumkan Dukungan $100 Miliar untuk Negara-negara Termiskin di Dunia

📅 Jumat, 06 Des 2024, 10:21 WIB | Oleh: Tim Penulis
Bank Dunia Umumkan Dukungan $100 Miliar untuk Negara-negara Termiskin di Dunia Doc: AFP/Brendan SMIALOWSKI
Ket. Pesiden Bank Dunia Ajay Banga telah mendorong peningkatan tingkat pendanaan yang dikomitmenkan untuk IDA.

WASHINGTON - Bank Dunia pada hari Kamis (5/12), mengumumkan telah mengumpulkan hampir $24 miliar untuk memberikan pinjaman dan hibah bagi beberapa negara termiskin di dunia, yang dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan rekor daya beli total sebesar $100 miliar. 

Negara-negara donor berkomitmen untuk memberikan $23,7 miliar untuk mengisi kembali lengan pinjaman lunak bank, yang dikenal sebagai Asosiasi Pembangunan Internasional (IDA), kata juru bicara Bank Dunia kepada AFP, menandai sedikit peningkatan dari sekitar $23,5 miliar yang dijanjikan oleh negara-negara donor selama putaran penggalangan dana terakhir tiga tahun lalu. 

Bank dapat menggunakan uang ini untuk meminjam di pasar keuangan, yang memungkinkannya untuk meningkatkan jumlah yang dihimpun sekitar empat kali lipat, membuka sekitar $100 miliar dalam pinjaman dan hibah baru, naik dari $93 miliar pada tahun 2021. 

"Kami percaya keberhasilan bersejarah pengisian ulang IDA21 ini merupakan tanda kepercayaan dan dukungan dari para donatur dan klien," demikian pernyataan Bank Dunia, mengacu pada putaran pendanaan IDA saat ini.

"Ini adalah hasil kerja kami untuk menjadi institusi yang lebih cepat, lebih sederhana, dan lebih efektif," tambahnya. 

Pengumuman Bank Dunia tersebut menyusul perundingan selama dua hari di ibu kota Korea Selatan, Seoul, kota yang masih terguncang setelah Presiden Yoon Suk Yeol mengumumkan darurat militer pada Selasa malam waktu setempat, sebelum menarik kembali pernyataannya karena tekanan dari anggota parlemen. 

IDA terutama menyediakan hibah untuk mendukung 78 negara termiskin di dunia, yang mencakup semuanya mulai dari dampak ekonomi pandemi Covid-19 hingga adaptasi perubahan iklim.

Ini adalah sumber tunggal terbesar pembiayaan konsesional, atau di bawah pasar, bagi negara-negara tersebut, sekitar tiga perempat dari seluruh pendanaan IDA digunakan untuk mendukung negara-negara di Afrika, kata Bank Dunia dalam sebuah pernyataan yang mengumumkan keputusan tersebut.

Pengisian kembali IDA merupakan bagian penting dari operasi Bank Dunia, dan terjadi setiap tiga tahun sekali, sebagian besar pendanaan berasal dari Amerika Serikat, Jepang, dan beberapa negara Eropa termasuk Inggris, Jerman, dan Prancis. 

Tahun ini, Amerika Serikat mengumumkan sebelumnya mereka akan berkomitmen memberikan pendanaan baru senilai rekor $4 miliar kepada IDA, sementara negara-negara lain -- termasuk Norwegia dan Spanyol -- juga secara signifikan meningkatkan dukungan finansial mereka. 

Sebanyak 35 penerima bantuan IDA telah lulus dari status ekonomi berkembang dalam beberapa dekade terakhir, antara lain Tiongkok, Turki, dan Korea Selatan. Kebanyakan mereka sekarang menjadi negara donor.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Nasional
Roy Suryo Ajukan Praperadil...
Megapolitan
Para Kader Posyandu Tangera...

Bunga Tinggi The Fed Bikin Mental Rupiah Keder

43 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Ekonomi
Bunga Tinggi The Fed Bikin ...

Perluasan Pasar Bisa Melalui Mekanisme Digital

48 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Perluasan Pasar Bisa Melalu...

Pembangunan SDM, Sekolah-sekolah di Tangsel Bersifat Inklusif

50 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Pembangunan SDM, Sekolah-se...
Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp71.600/...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.