Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Menolong Pemulung Tanpa Identitas Diri yang Sedang Sakit Parah

📅 Sabtu, 30 Nov 2024, 19:55 WIB | Oleh: Tim Penulis

Langkah pertama yang dilakukan pengurus KPBS, yaitu mengurus surat keterangan domisili sementara ke Ketua RT/RW. Pembuatan surat tersebut harus ada penanggung jawabnya. Kebetulan Ketua KPBS sudah ber-KTP Kelurahan Sumurbatu Kecamatan Bantargebang.

Selanjutnya, mengurus surat keterangan tidak mampu ke Kelurahan Sumurbatu, dengan surat pengantar dari Ketua RT dan RW. Setelah semua beres, yang sakit bisa mendapatkan pelayanan dari lembaga yang peduli kesehatan tersebut. Kerja-kerja ini pasti membutuhkan uang.

Kasus yang melanda Rina, keluarga pemulung miskin tanpa identitas diri, khususnya KTP juga dialami beberapa pemulung di sekitar TPST Bantargebang dan TPA Sumurbatu. Para pendamping pemulung harus membantu mendampingi mereka membuat KTP, surat keterangan domisili atau surat resmi lainnya. Seterusnya agar bisa mengurus untuk membuat BPJS. Sehingga ketika jatuh sakit dan hendak berobat ke rumah sakit akan lebih mudah.

Beberapa tahun lalu kami pernah mengurusi pemulung mati dan minta dimakamkan di kampungnya. Catatan, pemulung tersebut tidak punya KTP. Kemudian kami mengantarkannya dengan mobil ambulance ke suatu kampung di Bogor, ternyata sampai di sana tidak ada keluarganya dan tidak ada yang kenal. Tidak menunggu lama, mayat dibawa lagi ke Bantargebang dan dikuburkan ke pemakaman terdekat.

Pemulung yang tidak punya KTP, mati pun punya beban tersendiri, apalagi tidak punya simpanan uang untuk mengurusi mayatnya. Biasanya kami melakukan “kecrekan” atau minta iuran sekarela dari gubuk ke gubuk, juga para bos pengepul sampah. Untuk membeli kain kafan dan perlengkapannya membutuhkan setidaknya Rp 1,5 juta, untuk lahan pemakaman dan penggali kubur sekitar Rp 2-3,5 juta, belum untuk kebutuhan lainnya.

Jika harus mengantarkan mayatnya ke kampung halamannya, misal Serang Banten, Cirebon, bahkan Madura membutuhkan mobil ambulance, BBM, uang jalan untuk sopir. Maka butuh uang beberapa juta rupiah, Rp 3-4 juta, bahkan bisa lebih.

Indentitas diri suami istri pemulung sangat penting dan berguna bagi anak-anaknya yang akan masuk sekolah atau keperluan penting lainnya. Masa depan anak-anak harus mendapat perhatian serius. Jangan sampai terganggu karena orang tuanya tanpa identitas diri.

Sebaiknya Anda baca juga:

Jika itu suami istri dari perkawinan sah melalui KUA, pasti mempunyai Kartu Nikah, untuk bisa membuatnya pasti butuh KTP, KK, dll. Karena surat-surat ini akan diperlukan untuk membuat Akte Kelahiran anak. Akte Kelahiran ini akan dibutuhkan ketika anak masuk ke sekolah TK dan sekolah dasar.

Keluarga pemulung yang muda dan tua harus memperhatikan surat-surat identitas diri dan pendukungnya. Hal ini akan sangat diperlukan oleh anak-anaknya kelak, untuk persyaratan masuk sekolah, kerja, dan keperluan lain atau transaksi yang penting dan sangat penting.

Kepemilikan surat-surat identitas diri merupakan bentuk tanggung jawab sebagai warga negara secara hukum. Selama kita hidup di mana pun daerahnya, meskipun hidup dalam gubuk-gubuk, kolong jembatan, pinggir kali, dan tempat lain di negara Indonesia harus punya kartu identitas diri agar hidup menjadi lebih mudah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Taman Safari Prigen Perkena...
Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
Nasional
DPR Minta Kepala BGN Baru F...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.