Ayo Genjot Inovasi, BRIN Dorong Peneliti di Luar Jawa untuk Perluas Kolaborasi Riset
Kamis, 28 Nov 2024, 18:18 WIBJakarta - Direktur Pendanaan Riset dan Inovasi BRIN, Ajeng Arum Sari mendorong para peneliti yang berbasis di luar pulau Jawa untuk membangun dan memperluas kolaborasi dalam penelitian akademis melalui skema pendanaan yang disediakan oleh badan riset tersebut.
Hal ini mengingat sebaran penerima pendanaan riset dari BRIN masih terpusat di pulau Jawa dengan total sekitar 1.300 penerima. Sementara jumlah penerima pendanaan riset di pulau-pulau lain masih sedikit, seperti Maluku sebanyak 9 penerima, Nusa Tenggara Timur (NTT) sebanyak 4 penerima, dan Papua sebanyak 2 penerima.
âKata kuncinya networking, kolaborasi. Jadi, dengan networking, kolaborasi itu akan bisa maju bersama antara periset Jawa dan di luar pulau Jawa,â kata Ajeng dalam diseminasi hasil riset Women in STEM yang diikuti secara daring di Jakarta, Kamis.
Selain melaksanakan riset, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) juga berperan sebagai funding agency yang memfasilitasi pendanaan riset bagi para peneliti melalui berbagai skema. Pendanaan tidak hanya ditujukan bagi peneliti internal BRIN, juga peneliti yang berasal dari berbagai kampus di seluruh Indonesia.
Ajeng menyampaikan sebaran penerima pendanaan riset yang belum merata memang menjadi tantangan tersendiri bagi BRIN. Sebab, dalam penyaluran pendanaan, BRIN tidak berbasiskan pada daerah asal peneliti, melainkan berdasarkan kompetisi dan rekam jejak peneliti.
Oleh sebab itu, pihaknya mendorong lebih banyak keterlibatan peneliti luar Jawa untuk dapat memperoleh pendanaan riset dari BRIN, sehingga mampu mengimbangi penerima pendanaan riset yang selama ini didominasi dari pulau Jawa.
Meski sama-sama berasal dari BRIN, Ajeng menambahkan bahwa pihaknya tidak berarti mendahulukan atau memprioritaskan peneliti dari internal di dalam penyaluran pendanaan riset.
Ia menyebutkan justru penerima pendanaan riset dari peneliti di luar BRIN lebih banyak, yakni sebanyak 1.337 penerima pada 2022-2023. Sedangkan penerima pendanaan untuk peneliti BRIN pada tahun yang sama sebanyak 1.052 penerima.
âInfrastruktur kami juga bisa diakses secara terbuka, tidak hanya oleh periset BRIN. Mungkin infrastruktur di kampus ada yang belum lengkap. Kami sudah lengkap, alat-alat canggih itu kami punya, dan silakan dimanfaatkan oleh periset yang ada di kampus,â kata Ajeng.
Berita Terkait:
-
Korea Utara Tembakkan Rudal Balistik dalam Uji Coba Pertama Tahun 2026.
-
Peneliti BRIN Ungkap Tantangan Implementasi AI pada Sektor Kesehatan
-
Kereta Ekonomi Kerakyatan Jadi Primadona Mudik 2026, Okupansi Tembus 58 Persen
-
Sabalenka Perpanjang Rekor Tie-Break, Tundukkan Fernandez
-
Sektor Pertanian Sumbang 14,35 Persen PDB Nasional, Tetap Jadi Penggerak Utama Ekonomi
-
Pemkab Gorontalo Tanggung Biaya Kepesertaan 12.000 PBI JKN yang Dinonaktifkan
-
Langit Depok Bikin Heboh, Benda Bercahaya Biru Diduga UFO, BRIN Buka Fakta Mengejutkan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.