Krecek Rebung Lumajang Jadi Warisan Budaya Tak Benda
📅 Kamis, 21 Nov 2024, 17:55 WIB | Oleh: Deri Henriawan
Doc: ANTARA/HO-Diskominfo Lumajang
LUMAJANG - Krecek Rebung yang merupakan salah satu kuliner tradisional Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda Indonesia oleh Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, sehingga menorehkan kebanggaan di kancah nasional.
"Pengakuan itu menjadi bukti keunikan dan kekayaan budaya lokal Lumajang yang terus dilestarikan," kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Lumajang Nugraha Yudha di Lumajang, Kamis.
Menurutnya, penetapan tersebut bukan hanya penghargaan terhadap kuliner yang ada di Kota Pisang itu, tetapi juga apresiasi atas warisan budaya yang kaya akan nilai sejarah dan tradisi.
"Krecek Rebung memiliki sejarah panjang dalam budaya kuliner masyarakat Pasrujambe dan sekitarnya. Proses pembuatannya yang rumit, dari pemilihan rebung hingga pengasapan tradisional, menjadi ciri khas yang membuatnya berbeda dari produk serupa di daerah lain," tuturnya.
Dengan statusnya sebagai warisan budaya tak benda Indonesia, kata dia, Krecek Rebung tidak hanya menjadi simbol kebanggaan lokal tetapi juga tanggung jawab besar untuk terus melestarikannya.
"Saya berharap penetapan itu dapat mendorong masyarakat, terutama generasi muda, untuk lebih mencintai dan menjaga kekayaan budaya lokal. Melalui pengakuan itu, kami ingin mengajak masyarakat Lumajang untuk terus menjaga tradisi itu agar tidak punah," katanya.
Pihaknya juga mendorong pelaku UMKM untuk memanfaatkan momentum itu dalam memperkenalkan Krecek Rebung ke tingkat nasional dan internasional.
"Krecek Rebung adalah bukti nyata bahwa kekayaan budaya lokal bisa menjadi identitas yang membanggakan, sekaligus potensi ekonomi yang menjanjikan bagi Kabupaten Lumajang," ujarnya.
Sementara pembuat Krecek Rebung, Lukman mengatakan Krecek Rebung yang sekilas menyerupai daging berbahan dasar bambu muda jenis jajang atau petung. Proses pembuatannya terbilang panjang dan unik, yakni rebung yang telah direbus selama 2-3 jam dipotong kecil, ditusuk seperti sate, kemudian diasapi secara tradisional selama satu hingga dua bulan di atas tungku.
"Pengasapan itu adalah rahasia kelezatan Krecek Rebung Lumajang karena lama pengasapan menentukan kualitas rasa. Semakin lama diasapi, semakin enak dan tahan lama," ucap warga Desa Pasrujambe itu.
Untuk penyajian, lanjut dia, masyarakat Lumajang biasanya mengolah Krecek Rebung dengan santan dan bumbu opor, sehingga hidangan itu semakin lengkap dengan tambahan lontong, sambal petis, bubuk kedelai, dan telur goreng.
"Rasa khas Krecek Rebung Lumajang tidak bisa ditemukan di tempat lain, karena proses pengolahannya menggunakan metode tradisional. Itu yang membuat rasanya istimewa," katanya. Ant
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!