Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BKKBN: Optimalkan Usia Produktif Kunci Sambut Bonus Demografi

📅 Rabu, 20 Nov 2024, 15:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
BKKBN: Optimalkan Usia Produktif Kunci Sambut Bonus Demografi Doc: ANTARA/Lintang Budiyanti Prameswari
Ket. Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga)/Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Wihaji

JAKARTA - Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menekankan pentingnya mengoptimalkan penduduk usia produktif untuk menyambut bonus demografi.

"Transformasi substansial yang paling penting adalah memaksimalkan bonus demografi yang waktunya sangat terbatas. Ada dua kata kunci yaitu Indonesia Emas yang mewujudkan Indonesia sejahtera, dan bonus demografi untuk mengoptimalkan usia produktif," ujar Sekretaris Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga), Tavip Agus Rayanto, dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (19/11).

Tavip dalam rapat konsolidasi internal yang dipimpin langsung oleh Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga)/Kepala BKKBN Wihaji pada Senin (18/11) juga menegaskan, semangat transformasi BKKBN menjadi kementerian harus diikuti dengan transformasi substansial maupun sumber daya manusia.

Sementara itu, Mendukbangga/Kepala BKKBN Wihaji menekankan pentingnya BKKBN terus belajar selangkah demi selangkah untuk bertransformasi dari badan menjadi kementerian.

Saat ini Kemendukbangga bekerja dengan dasar yang tetap sama yaitu Undang-Undang (UU) Nomor 52 Tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga.

"Untuk Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN, mari percepat agar Rencana Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (RPJPD) dalam waktu tiga bulan sudah jadi, yang akan menjadi pegangan kita untuk bekerja dalam waktu satu sampai lima tahun ke depan," ucap Wihaji.

Ada beberapa program prioritas secara substansi menjadi tanggung jawab Kemendukbangga dalam Asta Cita Pemerintahan Prabowo-Gibran, yang dalam hal tersebut yakni Asta Cita keempat dan keenam.

Asta Cita keempat yakni memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM), sains, teknologi, pendidikan, kesehatan, prestasi olahraga, kesetaraan gender, serta penguatan peran perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas; sedangkan Asta Cita keenam yakni membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk usia produktif mencapai dua kali lipat dari jumlah penduduk usia anak dan lanjut usia. Ant/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Nasional
Timothy Ivan Triyono Mundur...
Luar Negeri
AS Kirim Dua Jet Tempur F-1...
Advertisement
Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.