Bahrain Luncurkan Tender Tenaga Surya 44 MW
Sabtu, 16 Nov 2024, 11:04 WIBOtoritas Listrik dan Air Bahrain (EWA) telah menerbitkan tender untuk pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 44 MW di kampus Universitas Bahrain (University of Bahrain/UOB). Proyek ini bertujuan untuk menghasilkan sekitar 75 Gigawatt-jam (GWh) energi bersih setiap tahunnya, mendukung komitmen Bahrain untuk mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 30 persen pada tahun 2035 dan mencapai nol emisi pada tahun 2060.Â
Selain itu, proyek ini akan memanfaatkan lahan parkir universitas yang luas dan lahan terbuka untuk pengembangan sistem PV surya yang dipasang di tanah dan di tempat parkir.
âTender untuk proyek ini akan dilaksanakan secara turnkey, meliputi rekayasa, desain, manufaktur, pasokan material, instalasi, pengujian, komisioning, dan pekerjaan sipil dan elektromekanis,â kata EWA dalam sebuah pernyataan, dikutip dari Zawya, Selasa (12/11),Â
Tender yang diterbitkan pada 7 November 2024 ini memungkinkan perusahaan yang berminat untuk membeli dokumen hingga 21 November. Proposal harus diserahkan paling lambat 1 Desember 2024, dengan pembukaan penawaran dijadwalkan pada 2 Desember. Kontraktor yang terpilih akan memiliki waktu dua tahun untuk menyelesaikan proyek ini.
Peserta lelang harus memiliki rekam jejak dalam menjalankan setidaknya sepuluh proyek PV surya yang terhubung dengan jaringan, termasuk dua proyek PV surya di tempat parkir dan satu proyek PV surya yang dipasang di tanah dalam tiga tahun terakhir. Mereka juga harus menunjukkan pengalaman dalam mengelola pembangkit listrik tenaga surya yang terhubung ke jaringan dengan kapasitas 20 MW atau lebih tinggi dalam lima tahun terakhir.Â
Selain itu, peserta lelang diharuskan memiliki omset tahunan kumulatif minimum 50 juta dolar AS selama tiga tahun terakhir dan mempertahankan rasio likuiditas rata-rata 1,5 atau lebih tinggi, yang didukung oleh laporan keuangan yang telah diaudit.Â
Bahrain ingin mengoperasikan 255 MW kapasitas pembangkit listrik tenaga surya pada tahun 2025 dengan menggunakan net metering, tender untuk proyek-proyek berskala besar, dan mandat energi terbarukan untuk gedung-gedung baru. Target energi terbarukan kerajaan ini membayangkan 700 MW kapasitas pembangkit listrik tenaga surya, angin, dan energi dari sampah pada tahun 2030. Menurut Badan Energi Terbarukan Internasional (IRENA), negara Timur Tengah ini hanya memiliki 57 MW kapasitas PV yang terpasang pada akhir tahun 2023.
Berita Terkait:
-
Arah Baru Bursa: OJK Masukkan Demutualisasi dalam Revisi UU P2SK
-
Proyek PLTS Karangkates Tidak Mengganggu Fungsi Utama Pengelolaan Air
-
Peringatan untuk Pekerja Lapangan! Ini Penyakit yang Muncul Saat Musim Hujan dan Banjir yang Harus Diwaspadai
-
Sapu Bersih Myanmar, Indonesia Percaya Diri Hadapi Malaysia
-
Harga Minyak Langsung Turun Setelah Gencatan Senjata AS dan Iran
-
Harga Emas Galeri24 dan UBS di Pegadaian, Sabtu (17/1), Kembali Alami Kenaikan
-
Pare, Si Pahit yang Punya Banyak Manfaat Kesehatan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.