Target Pencapaian SDGs Global Bakal Mundur 32 Tahun
📅 Rabu, 06 Nov 2024, 00:35 WIB | Oleh: Tim RedaksiSementara itu, Chief Sustainability Officer UOB Indonesia, Jenny Hadikusuma, mengatakan lembaga keuangan khususnya bank sudah memiliki visi untuk meningkatkan penghimpunan dan penyaluran dana yang berkelanjutan sesuai dengan tuntutan global.
“Di bank bukan hanya menyalurkan pembiayaan ke sektor yang sifatnya go green, tetapi dari awal sudah berupaya menghimpun dana dari sumber pembiayaan yang berkelanjutan,” kata Jenny.
Peneliti Mubyarto Institute, Awan Santosa, mengatakan lambannya pencapaian SDGs karena krisis politik, kemanusiaan, ekologi yang menyebabkan terjadinya kemiskinan, ketimpangan, serta pengangguran.
“Negara harus hadir untuk mewujudkan misi SDG's yang selaras dengan tujuan nasional dan tugas konstitusional,” tegas Awan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform (IESR), Fabby Tumiwa, mengatakan salah satu kendala saat ini adalah lambannya progres pengembangan energi baru dan terbarukan (EBT) dari target global. Energi bersih dan energi terjangkau merupakan salah satu poin dari 17 poin SDGs.
Dibutuhkan 11 terawatt atau 11.000 gigawatt (GW) kapasitas energi terbarukan terpasang pada 2030, sehingga memerlukan peningkatan energi terbarukan sebanyak tiga kali lipat dan efisiensi energi sebesar dua kali lipat yang juga ditegaskan dalam KTT Iklim COP 28 di Dubai, November 2023 lalu.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!