Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kota Yogyakarta Berkomitmen Wujudkan 'Zero' HIV/AIDS pada 2030

📅 Minggu, 03 Nov 2024, 09:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kota Yogyakarta Berkomitmen Wujudkan 'Zero' HIV/AIDS pada 2030 Doc: ANTARA/M Agung Rajasa
Ket. Ilustrasi - Petugas mengambil darah warga yang diperiksa ketika pemeriksaan darah HIV AIDS, Jakarta.

YOGYAKARTA - Pemerintah Kota Yogyakarta berkomitmen mewujudkan three zero HIV/AIDS pada 2030 yakni zero infeksi baru HIV/AIDS, zero kematian terkait HIV/AIDS, serta zero stigma-diskriminasi penderita HIV/AIDS di wilayah ini.

Penjabat Wali Kota Yogyakarta Sugeng Purwanto dalam keterangannya di Yogyakarta, Minggu (3/11), mengatakan bahwa dari tahun 2004 sampai 2024 kasus HIV secara kumulatif di Kota Yogyakarta telah mencapai 1.675 orang, sementara kasus AIDS kumulatif sebanyak 329 orang.

"Namun, untuk tahun 2024 ini dari bulan Januari-September, angka kasus HIV sebanyak 92 kasus dan untuk kasus AIDS bertambah 14 kasus," ujar dia.

Sugeng menyadari bahwa sebagai kota pariwisata, Yogyakarta tidak menutup kemungkinan menjadi salah satu pintu masuk utama penyakit HIV/AIDS dan infeksi menular seksual (IMS).

Sebagai upaya mengakhiri epidemi HIV/AIDS pada 2030, Pemkot Yogyakarta pun menggandeng Yayasan Vesta Indonesia dengan membuat Kesepakatan Bersama tentang Pencegahan dan Penanggulangan Populasi Berisiko Terinfeksi HIV/AIDS dan IMS pada Jumat (1/11).

Komitmen bersama tersebut, kata Sugeng, akan diakselerasi dengan rencana aksi daerah (RAD) untuk tahun 2023-2027 serta melalui jalur cepat "95-95-95" yaitu, 95 persen ODHA mengetahui statusnya, 95 persen ODHA melakukan pengobatan, serta 95 persen ODHA minum obat secara rutin.

"Mari bersama menekan dan mendorong setiap individu untuk mengetahui status HIV pada dirinya, dengan melakukan tes HIV serta segera melakukan pengobatan antiretroviral (ARV) bagi ODHA," ujar dia.

Sugeng berharap masyarakat melakukan pengecekan HIV/AIDS, terutama bagi kelompok berisiko, seperti wanita pekerja seks, waria, pengguna narkoba suntik, warga binaan lapas, ibu hamil, serta orang yang mendapat transfusi darah.

Menurut dia, pengecekan dapat dilakukan di 18 puskesmas yang telah menjadi faskes rujukan bagi penyandang HIV/AIDS dan 13 rumah sakit di Kota Yogyakarta.

Bahkan, lanjut Sugeng, lima puskesmas seperti Puskesmas Gedongtengen, Tegalrejo, Mergangsan, Umbulharjo I, dan Pakualaman telah melayani berbagai layanan terkait HIV, antara lain tes HIV, layanan Pre-Exposure Prophylaxis (PrEP) untuk mencegah penularan HIV dan ARV (obat HIV).

"Layanan bagi ODHA ini di puskesmas tidak dipungut biaya. ODHA dapat memanfaatkan layanan pengecekan jumlah virus HIV melalui darahnya, hingga pengambilan obat ARV yang berfungsi mengendalikan virus juga diberikan secara gratis, serta yang pasti petugas ramah dan tidak stigmatis dan diskriminatif," ujar dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
PBB Desak Perusahaan AI Tra...
Luar Negeri
Liga Arab Kukuhkan Nabil Fa...
Luar Negeri
Trump Teken Percepatan Tekn...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.