Dorong Hilirisasi Komoditas Kelautan, Pemerintah Bakal Kembangkan Rumput Laut Jadi Bioavtur
Minggu, 03 Nov 2024, 18:02 WIBJAKARTA - Pemerintah berencana mengembangkan rumput laut menjadi produk bioavtur. Selain mendorong diversifikasi energi, pengembangan tersebut menjadi bagian dari kebijakan hilirisasi komoditas sumber daya kelautan.
"Kita kan juga koordinasi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Bapak Trenggono untuk hal itu. Dan kita sudah ada gambaran awalnya jadi kita sudah sampaikan dan kita juga memastikan potensi prioritasnya apa," ujar Menteri Investasi dan Hilirisasi/ Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani saat ditemui di Jakarta, Minggu (3/11).
Roslan mengakui untuk riset awal pemanfaatan rumput laut menjadi bioavtur dan beberapa produk lain oleh salah satu asosiasi terkait telah dikantonginya serta akan membicarakannya lebih lanjut dengan KKP.
"Tapi untuk riset awalnya dengan asosiasi juga sudah menyampaikan kepada kami," katanya.
Dengan potensi produksi rumput laut hasil budidaya yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia yang meliputi Bali, Nusa Tenggara Timur serta beberapa wilayah di Indonesia bagian timur ini ia yakin hilirisasi rumput laut dapat dikembangkan lebih jauh sehingga mampu menghasilkan nilai tambah.
Namun demikian, dia mengakui komoditas rumput laut saat ini belum memiliki bentuk usaha secara korporasi, sehingga hal ini menjadi salah satu tugas yang menjadi catatan baginya agar dapat merealisasikan hilirisasi rumput laut menjadi bioavtur.
Terlebih, Indonesia menjadi produsen rumput laut tropis terbesar di dunia. Sehingga dari sisi produksi atau hulu mampu memenuhi kebutuhan hilirisasi atau pengembangan produk.
"Sangat cukup (produksi). Kita untuk rumput laut ini, kita nomor dua penghasil terbesar di dunia. Tetapi untuk rumput laut tropis kita nomor satu terbesar di dunia," pungkasnya.
Berdasarkan catatan KKP, hingga kini potensi budi daya rumput laut masih terbuka luas. Hal ini karena pemanfaatan lahan untuk budi daya baru terpakai 0,8 persen atau seluas 102.254 hektare dari total potensi luas lahan sebesar 12 juta hektare.
Pada 2022, budi daya rumput laut Indonesia menghasilkan 9,23 juta ton yang didominasi varian Cottonii sebagai bahan karagenan, disusul jenis rumput laut Sargassum, Gracilaria, Haliminea, dan Gelidium amanzii.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Russia Gencarkan Ambisi Penerbangan: 644 Pesawat Baru Siap Perkuat Armada
-
Pelayaran di Selat Hormuz Terhenti Usai Pengumuman Blokade AS
-
Mencekam, Empat Orang Kritis Jadi Korban Tabrak Lari di Italia
-
Pemerintah Kota Palembang Jalankan Program SIM Gratis untuk 500 Ojol
-
Pemprov Jatim Mulai Terapkan Pembatasan Gadget di Sekolah
-
Sika Resmikan Pro Center Kelima di Kelapa Gading, Perkuat Ekosistem Konstruksi Terintegrasi
-
Makassar Jadi Tuan Rumah Pertemuan Akademisi Kelautan Dunia
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.