- Home
-
- Luar Negeri
-
- Pelayaran di Selat Hormuz ...
Pelayaran di Selat Hormuz Terhenti Usai Pengumuman Blokade AS
Senin, 13 Apr 2026, 15:33 WIBISTANBUL - Arus pelayaran di Selat Hormuz terhenti seketika setelah Amerika Serikat mengumumkan blokade terhadap Iran, memicu kapal-kapal berbalik arah di jalur strategis tersebut.
Laporan intelijen maritim berbasis di London yang dikutip Anadolu menyebutkan, aktivitas pelayaran yang sebelumnya sudah menurun kini berhenti total setelah pengumuman Presiden AS Donald Trump.
Menurut Lloydâs List, sejumlah kapal terlihat berbalik arah di Selat Hormuz, menyebabkan lalu lintas maritim di kawasan itu praktis terhenti.
Perkembangan ini terjadi setelah AS meningkatkan operasi pembersihan ranjau dan menuduh Iran tidak memenuhi komitmennya untuk membuka kembali jalur pelayaran internasional tersebut.
Pengumuman blokade laut oleh AS dilakukan setelah perundingan langsung antara Washington dan Teheran di Islamabad pada Sabtu (11/4) gagal mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perang yang dimulai pada 28 Februari.
Pembicaraan tersebut berlangsung di tengah gencatan senjata dua pekan yang dimediasi Pakistan dan diumumkan pada Selasa.
Presiden AS Donald Trump pada hari Minggu (12/4) mengatakan, pihaknya akan segera memulai blokade angkatan laut di Selat Hormuz untuk mencegah Iran melakukan apa yang disebutnya sebagai "pemerasan".
"Blokade akan segera dimulai. Negara-negara lain akan terlibat dalam blokade ini," tulis Trump di platform Truth Social.
Trump menambahkan Angkatan Laut AS akan memblokade semua kapal yang mencoba masuk atau keluar dari Selat Hormuz hingga semua pihak diizinkan masuk dan keluar.
"Saya juga telah menginstruksikan Angkatan Laut kami untuk mencari dan mencegat setiap kapal di perairan internasional yang membayar upeti kepada Iran. Tidak ada pihak mana pun yang membayar bea masuk ilegal akan mendapatkan jalur aman di laut lepas," ucap Trump.
Dia menegaskan tidak akan membiarkan negara mana pun, terutama negaranya sendiri, untuk "diperas" oleh Iran.
Lebih lanjut, Trump menuduh Iran tetap bersikeras melanjutkan ambisi nuklirnya setelah perundingan damai di Islamabad.
"Pertemuan berjalan baik, sebagian besar poin telah disepakati; tetapi satu-satunya poin yang benar-benar penting, nuklir, tidak tercapai," ujar Trump.
Dia mengatakan pihak Iran masih "menginginkan nuklir".
- Penutupan Selat Hormuz
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Antara, Lili Lestari
Berita Terkait:
-
Krisis Energi Global: IEA Sebut Dampaknya Lebih Parah dari Krisis Minyak 1970-an
-
Huawei Mate 80 Pro Rilis di Indonesia Dibanderol Rp16,9 Jutaan, Tahan Jatuh 20 Kali Lipat! Cek Spesifikasinya
-
Iran Kembali akan Tutup Selat Hormuz sebagai Protes Serangan Israel di Lebanon
-
Pelatih Timnas Indonesia U-17 Nilai Kekalahan dari Malaysia Jadi Evaluasi Penting saat Indonesia Lawan Vietnam
-
Jepang Beri Subsidi BBM untuk Cegah Kenaikan Harga Imbas Konflik Timteng
-
ABPEDNAS Gelar Jaga Desa Awards 2026, Apresiasi Transparansi dan Inovasi Tata Kelola Desa
-
Elijah Wood Isyaratkan Kembali di Film Terbaru "The Lord of the Rings"
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.