Pemecahan Kementerian Jadi Tantangan Efektivitas Pemerintahan

Sabtu, 26 Okt 2024, 01:06 WIB

JAKARTA - Dosen Ilmu Politik Universitas Airlangga (Unair), Ali Sahab, menilai pemecahan kementerian jadi tantangan efektivitas pemerintahan. Menurutnya, hal tersebut bisa menimbulkan kewenangan yang tumpang tindih.

"Saya melihat ada beberapa kementerian yang kewenangannya tumpang tindih. Sehingga kurang efektif dalam kerjanya," ujar Sahab, mengutip laman resmi Unair, Jumat (25/10).

Ket. Foto: Ali Sahab SIP MSi, dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Airlangga. — Sumber: Istimewa

Dia menerangkan, efektivitas tidak bergantung pada jumlah menteri, tapi juga kerja mereka untuk kepentingan rakyat. Menurutnya, selain efektivitas kerja, pemecahan kementerian juga berdampak pada penggunaan anggaran dan konflik internal.

"Dengan kondisi keuangan APBN yang semakin berat ke depannya, sebaiknya penghematan perlu dilakukan," jelasnya.

Sebagai informasi, tidak ada lagi batasan jumlah kementerian usai revisi Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara, sehingga presiden memiliki fleksibilitas penuh untuk menambah kementerian sesuai kebutuhan politik atau ekonomi. Adapun Kabinet Merah Putih terdiri dari 48 menteri dan 56 wakil menteri menjadi kabinet tergemuk sejak era Orde Baru hingga Reformasi.

Sahab menyebut, pemecahan kementerian merupakan bagian dari upaya Presiden RI, Prabowo Subianto untuk merangkul berbagai kelompok politik dan memastikan stabilitas koalisi. Meski demikian, dia mengingatkan pentingnya kontrol dalam demokrasi.

"Pemecahan kementrian ini untuk memberikan ruang kelompok koalisi. Prabowo ingin semua pihak bersatu dalam membangun bangsa. Namun, dalam konteks demokrasi kontrol itu penting untuk meluruskan jika ada kebijakan yang tidak berpihak pada rakyat," ucapnya.

Sementara itu, Pengamat politik dari Universitas Al-Azhar Indonesia, Ujang Komarudin, menilai, para menteri dalam Kabinet Merah Putih harus menjalankan janji Presiden RI, Prabowo Subianto saat kampanye. Menurutnya, masing-masing menteri harus punya rencana untuk mewujudkan janji-janji kampanye tersebut.

"Menteri harus ada blue print atau perencanaan yang matang untuk bisa mengeksekusi kebijakan-kebijakan yang sudah digariskan Prabowo-Gibran," katanya.

Ujang mengatakan, penting bagi Presiden untuk terus mengingatkan para menteri agar tidak melakukan tindakan korup. Meski demikian, menteri harus tetap bisa membentengi diri sendiri. "Jadi pengawasan dan kontrol ketat agar mereka tidak korup. Menjamin? Belum tentu. Karena itu soal mentalitas," terangnya.

ν ruf/S-

Redaktur: Sriyono

Penulis: Muhamad Ma'rup

Berita Terbaru

Era AI Datang, Wamenekraf Tantang Desainer Tingkatkan Kompetensi hingga Bisnis

Bukan Lagi Sekadar Cangkul, Teknologi Bantu Petani Bantul Kelola 200 Hektare Lahan Bawang Merah

Wali Kota Jakarta Barat Beri Penghargaan kepada PLN atas Kontribusi Cegah Kebakaran.

Pesawat Listrik Terbesar Dunia X1 Sukses Terbang Perdana, Biaya Cas Cuma Rp88 Ribu!

Siagakan 93.782 Ton Beras, Bulog Antisipasi Krisis Pangan Pascagempa NTT

PLN Hadir di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Ada Promo Merdeka Daya Diskon 50 Persen

Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan Selasa 25 Agustus 2026, Ini Daftar 25 Ruas Jalan

Beroperasi 26 Agustus 2026, Ini Daftar 5 Stasiun Baru LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai

TPOS Gedebage Ditargetkan Rampung 2027, Bandung Siapkan Teknologi Baru Olah 300 Ton Sampah per Hari

Desainer Masa Depan Wajib Kuasai AI hingga Bisnis, Kampus Diminta Jadi Ruang Eksperimen Kreatif

Bapemperda DKI Minta Naskah Akademik 16 Ranperda Prioritas 2027 Disiapkan Sejak Awal

Kemenhut Kerahkan 1.000 Polisi Hutan untuk Padamkan Karhutla di Kalimantan

67 Ribu Ton Beras Digerakkan ke NTT! BULOG Kirim Bantuan dari 4 Provinsi untuk Korban Bencana

Kurangi Kesenjangan, DPRD Jabar: Pembangunan di Jabar Harus Merata baik Perkotaan dan Pedesaan

Manggala Agni Sumatra Berjibaku Padamkan Karhutla di 17 Desa

Polda Banten Ungkap Sindikat Curanmor Spesialis Pick-up di 14 Lokasi

Tetap Tunjukkan Dedikasi dan Keberanian, Perwira polisi Terluka Kena Pecahan Kaca saat Gerebek Gudang Uang Palsu di Tangsel

93.782 Ton Beras Siaga! BULOG Antisipasi Bencana NTT Hingga 10x Masa Darurat

Gubernur Bali Minta Peradi Siapkan Pendampingan Hukum Perkuat Desa Adat

Wagub Rano Buka Jakarta Beat Society 2026: Komitmen Perluas Ruang Kreatif Musisi Lokal

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.