Ini yang Dilakukan Pemprov Sulbar untuk Atasi Stunting
Jumat, 25 Okt 2024, 03:18 WIBMamuju - Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) melakukan verifikasi dan validasi keluarga beresiko stunting bekerjasama Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).
Sekertaris Daerah (Sekda) Provinsi Sulbar, Muhammad Idris di Mamuju, Kamis, mengatakan, Pemprov Sulbar dan BKKBN Sulbar melaksanakan kegiatan diseminasi hasil data keluarga beresiko stunting
Ia mengatakan, kegiatan tersebut untuk melakukan verifikasi dan validasi keluarga beresiko stunting di Sulbar.
Menurut dia, data keluarga beresiko stunting di Sulbar diverfikasi dan divalidasi karena akan menjadi dasar kebijakan pemerintah dalam mengatasi stunting.
"Penanganan stunting dilaksanakan sejumlah instansi pemerintah baik ditingkat Provinsi dan Kabupaten di Sulbar, sehingga data keluarga beresiko stunting harus valid dan akurat agar program pemerintah dalam menangani stunting dalam efektif dan efisien," katanya.
Ia menyampaikan, semakin bagus data yang dimiliki maka akan sangat bermanfaat untuk penanganan dan penurunan stunting meskipun dilakukan banyak pihak, sehingga upaya menurunkan stunting yang mencapai 30,3 persen di Sulbar dapat diwujudkan.
"Angka stunting Sulbar telah berhasil diturunkan Pemprov Sulbar sekitar 4,7 persen, yakni dari 35 persen pada 2022, menjadi 30,3 persen pada 2023, dan akan berupaya diturunkan menjadi 14 persen tahun ini berdasarkan target Pemprov Sulbar.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Iuran BPJS 34.446 Warga Tidak Mampu Ditanggung Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat
-
Kolaborasi TNI AL dan Kemendukbangga/BKKBN Atasi Stunting di Kawasan Pesisir Muara Angke
-
Polda Kepri Waspadai Peredaran Rokok Elektrik ‘Zombie’
-
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka Ingatkan Pemudik Jaga Kesehatan dan Keselamatan Saat Perjalanan
-
Akhirnya! IHSG Menguat, Pasar Modal RI Tersenyum Lebar
-
Kemendagri Soroti Pertumbuhan Ekonomi Hingga Stunting di Musrenbang RPJM Provinsi Aceh Tahun 2025-2029
-
Perhatian! Ada Badai Geomagnetik 12-14 November, BMKG Ungkap Tak Berdampak Signifikan di RI
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.