G-20 Melihat Ada Harapan untuk Pendaratan Lunak Ekonomi Global

Jumat, 25 Okt 2024, 00:00 WIB

WASHINGTON - Kepala keuangan dari kelompok negara-negara ekonomi maju dan berkembang terkemuka, G-20, dalam rancangan komunike, hari Rabu (23/10), mengatakan melihat prospek bagus bagi pendaratan lunak ekonomi global, dan mereka telah berkomitmen untuk menolak proteksionisme.

Dikutip dariThe Straits Times, dokumen tersebut, yang menurut sebuah sumber masih dapat direvisi, mendarat saat para menteri keuangan global berkumpul minggu ini di Washington untuk pertemuan tahunan Dana Moneter Internasional atauInternational Monetary Fund (IMF), dan Bank Dunia di tengah meningkatnya keyakinan bahwa bank sentral, termasuk Federal Reserve Amerika Serikat, telah berhasil menekan inflasi tanpa melumpuhkan pertumbuhan atau lapangan kerja.

Ket. Foto: Presiden Brasil, Luiz Inacio Lula da Silva (tengah) berbicara pada pra-peluncuran Aliansi Global Melawan Kelaparan dan Kemiskinan, dalam rangka Pertemuan Tingkat Menteri G20 di Rio de Janeiro, Brasil, beberapa waktu lalu. — Sumber: AFP/Pablo PORCIUNCULA

Namun, hal itu juga mencerminkan kekhawatiran nyata bahwa skenario yang menjanjikan itu dapat berubah jika perang dagang global meletus, apabila Donald Trump terpilih menjadi presiden AS dalam waktu kurang dari dua minggu.

Kami mengamati prospek yang baik dari pendaratan lunak ekonomi global, meskipun masih banyak tantangan yang tersisa. Kami merasa yakin dengan fakta bahwa aktivitas ekonomi terbukti lebih tangguh daripada yang diharapkan di banyak bagian dunia. Namun, pertumbuhan sangat tidak merata di berbagai negara, yang berkontribusi pada risiko divergensi ekonomi.

Kendalikan Inflasi

Para menteri memuji kebijakan moneter yang terkalibrasi dengan baik dari bank sentral yang telah mengendalikan inflasi secara signifikan dan memungkinkan peralihan global ke suku bunga yang lebih rendah.

Namun, kekhawatiran terus berputar di seputar prospek, yang menampilkan estimasi jangka menengah dan panjang untuk pertumbuhan global yang berada di bawah level tren historis.

Memang, yang paling mengkhawatirkan adalah prospek pertikaian perdagangan global jika Trump, yang telah berjanji untuk mengenakan tarif global sebesar 10 persen pada semua barang yang diimpor ke AS dan pungutan sebesar 60 persen pada impor dari Tiongkok, memenangkan pemilihan umum pada tanggal 5 November.

"Kami berkomitmen untuk menentang proteksionisme dan mendorong upaya bersama untuk mendukung sistem perdagangan multilateral yang berbasis aturan, non-diskriminatif, adil, terbuka, inklusif, setara, berkelanjutan, dan transparan dengan Organisasi Perdagangan Dunia atau World Trade Organization (WTO) sebagai intinya dan terus mendukung upaya reformasi organisasi oleh para anggotanya," kata rancangan tersebut.

Menteri Keuangan Brasil, Fernando Haddad,pada hari Rabu, menyatakan keyakinannya para pemimpin keuangan G-20 akan menyetujui pernyataan bersama, yang mencerminkan konsensus dalam diskusi mereka, setelah berhasil melakukannya pada pertemuan terakhir mereka pada bulan Juli.

Draf komunike tersebut mempertahankan bahasa yang disetujui pada bulan Juli mengenai komitmen kelompok tersebut terhadap transparansi pajak dan mendorong dialog global mengenai perpajakan yang efektif, termasuk perpajakan individu-individu dengan kekayaan bersih yang sangat tinggi.

"Walaupun komitmen tersebut tidak sampai pada dukungan terhadap pajak global terhadap miliarder, sebuah ide yang diperkenalkan oleh presidensi G-20 Brasil, hal itu dipandang sebagai kemenangan oleh delegasi ekonomi terbesar di Amerika Latin karena mempertahankan isu tersebut dalam agenda dan secara politis memperkuat setiap proposal yang mungkin diajukan masing-masing negara," kata dua sumber yang mengetahui perihal tersebut.

Namun, kedua sumber tersebut mengakui tantangan sesungguhnya akan muncul pada pertemuan puncak para pemimpin bulan depan, karena kemenangan potensial Trump dapat mendorong mereka yang secara pribadi menentang usulan tersebut untuk secara terbuka menentang perlunya pajak yang lebih progresif terhadap para miliarder, termasuk Javier Milei dari Argentina.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

Berita Terbaru

Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan Selasa 25 Agustus 2026, Ini Daftar 25 Ruas Jalan

Beroperasi 26 Agustus 2026, Ini Daftar 5 Stasiun Baru LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai

TPOS Gedebage Ditargetkan Rampung 2027, Bandung Siapkan Teknologi Baru Olah 300 Ton Sampah per Hari

Desainer Masa Depan Wajib Kuasai AI hingga Bisnis, Kampus Diminta Jadi Ruang Eksperimen Kreatif

Bapemperda DKI Minta Naskah Akademik 16 Ranperda Prioritas 2027 Disiapkan Sejak Awal

Kemenhut Kerahkan 1.000 Polisi Hutan untuk Padamkan Karhutla di Kalimantan

67 Ribu Ton Beras Digerakkan ke NTT! BULOG Kirim Bantuan dari 4 Provinsi untuk Korban Bencana

Kurangi Kesenjangan, DPRD Jabar: Pembangunan di Jabar Harus Merata baik Perkotaan dan Pedesaan

Manggala Agni Sumatra Berjibaku Padamkan Karhutla di 17 Desa

Polda Banten Ungkap Sindikat Curanmor Spesialis Pick-up di 14 Lokasi

Tetap Tunjukkan Dedikasi dan Keberanian, Perwira polisi Terluka Kena Pecahan Kaca saat Gerebek Gudang Uang Palsu di Tangsel

93.782 Ton Beras Siaga! BULOG Antisipasi Bencana NTT Hingga 10x Masa Darurat

Gubernur Bali Minta Peradi Siapkan Pendampingan Hukum Perkuat Desa Adat

Wagub Rano Buka Jakarta Beat Society 2026: Komitmen Perluas Ruang Kreatif Musisi Lokal

Pemkab Lebak Bantu Pasarkan Produk UMKM Lewat Bazar

Dukung Penanganan Karhutla, Kemenhub Fasilitasi Penggunaan Pesawat Registrasi Asing

Kemenag Targetkan Keterlibatan 1.781.945 Peserta dalam Gema Selawat Sambut Maulid Nabi

Coba Lerai Perkelahian, Dua Polisi Dikeroyok Masa saat Karnaval di Blora

Gubernur Pramono Sebut Keluarga Kuat dan Masyarakat Peduli Jadi Kunci Kerukunan Jakarta

Dua Anggota Polisi Jadi Korban Pengeroyokan saat Karnaval HUT RI di Blora

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.