Telkom Kebut Pemulihan Layanan Pascagempa NTT, Ini Langkahnya
Minggu, 16 Agu 2026, 08:38 WIBJAKARTA - EVP PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) Regional III Rachmad Dwi Hartanto menyampaikan bahwa pihaknya melakukan langkah percepatan perbaikan layanan telekomunikasi seiring adanya bencana alam gempa bumi di wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) dan sekitarnya.
âTelkomGroup terus melakukan langkah percepatan perbaikan dengan mengerahkan tim teknis dan sumber daya yang diperlukan agar layanan telekomunikasi dan digital dapat segera kembali normal,â ucapnya sebagaimana dalam keterangan resmi di Jakarta, Minggu.
Dia menerangkan bahwa penurunan kualitas layanan TelkomGroup terutama disebabkan oleh kendala pasokan listrik di wilayah terdampak dan sejumlah kerusakan perangkat akibat gempa.
Proses pemulihan saat ini masih bergantung pada stabilitas pasokan listrik. Namun demikian, lanjutnya, TelkomGroup juga mengaktifkan genset tambahan dengan kapasitas terbatas sebagai penguatan suplai listrik untuk menjaga stabilitas operasional perangkat jaringan dan mendukung proses pemulihan layanan.
âTelkomGroup menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh pelanggan dan masyarakat atas kejadian ini. Kami juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya atas pengertian dan dukungan yang diberikan selama proses pemulihan berlangsung,â kata Rachmad.
- Gerak Cepat
- Layanan Perbaikan
- PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Marcellus Widiarto
Berita Terkait:
-
PBB Desak Eropa Perkuat Infrastruktur Transportasi Hadapi Perubahan Iklim dan Gelombang Panas Ekstrem
-
Cetak Rekor Bersejarah! Jannik Sinner Hancurkan Lawan di Wimbledon Tanpa Drama Lima Set
-
Pertamina Patra Niaga Berdayakan Masyarakat Berbasis Potensi Lokal
-
PT KAI: Pelanggan Suite Class Compartment Naik 64,76 Persen
-
Telkom Perkuat Tata Kelola, Bekali Pimpinan Hadapi Risiko Hukum dalam Pengambilan Keputusan Bisnis
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.