Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dukung Ketahanan Pangan, KKP Kenalkan Strategi Government Intervention Model

📅 Kamis, 24 Okt 2024, 16:58 WIB | Oleh:
Dukung Ketahanan Pangan, KKP Kenalkan Strategi Government Intervention Model Doc: ANTARA/HO-Dok Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupat
Ket. Tempat penampungan ikan yang dilengkapi alat pendingin milik PT Samudera Eon Anugerah di Distrik Demta, Kabupaten Jayapura, Papua.

JAKARTA - Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono mengusung strategi model intervensi pemerintah (Government Intervention Model) untuk membangun sektor kelautan dan perikanan, khususnya dalam melanjutkan pelaksanaan program-program Ekonomi Biru.

Lewat strategi ini, pihaknya akan mengambil peran lebih besar dalam membangun sarana prasarana atau infrastruktur sektor kelautan dan perikanan guna, mendorong peningkatan produktivitas pelaku utama perikanan, serta untuk mendukung sistem ketahanan pangan nasional.

"Kalau intervensi pemerintah dilakukan, saya punya keyakinan sektor ini bisa maju pesat. Dan strategi seperti ini juga dijalankan di negara-negara lain di dunia," kata Trenggono dalam siaran pers KKP di Jakarta, Kamis (24/10).

Pada periode sebelumnya, Trenggono sudah menjalankan strategi tersebut, salah satunya dengan pembangunan Kampung Nelayan Modern di Biak, Papua. Di kampung Samber-Binyeri, Biak, KKP membangun sarana prasarana perikanan untuk mengubah wajah kampung nelayan tradisional menjadi modern, produktif dan berdaya saing.

Sarana prasarana yang dibangun di antaranya balai pelatihan, gudang pendingin penyimpan ikan, dermaga, sentra kuliner, pembagian kapal, hingga area docking kapal. Trenggono menambahkan, strategi intervensi pemerintah ini pulalah yang akan digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan hingga pembudidaya.

"Saya menargetkan nilai tukar nelayan maupun pembudidaya bisa melesat ke angka 200 dari yang saat ini di nilai rata-rata 104-106. Nilai tukar nelayan/pembudidaya adalah rasio antara harga hasil ikan yang diterima nelayan maupun pembudidaya dengan harga kebutuhan yang dibayarnya," kata Trenggono.

Nilai tukar ini merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan atau daya beli mereka. Menurutnya, sudah bertahun-tahun nilai tukar berkutat pada angka 104 sampai dengan 106. Baginya, angka tersebut masih masuk dalam kelompok miskin terus menerus. Untuk itu di usia KKP ke 25 tahun ini, Menteri Trenggono akan tancap gas meningkatkan nilai tersebut.

"Hitungan saya sebetulnya itu bisa mencapai di atas 200 dan ini adalah salah satu target saya," tegas Trenggono.

Peningkatan kesejahteraan pelaku utama perikanan seperti nelayan dan pembudidaya, dinilainya akan berdampak besar pada produktivitas sektor perikanan sehingga bisa berkontribusi optimal dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Dukungan ini tidak hanya dari sisi kuantitas, tapi juga kualitas produk perikanan yang dihasilkan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...

Hiu paus terdampar di Bantul

1 jam lalu | Wahyu AP

Rona
Hiu paus terdampar di Bantul
Daerah
Edukasi bantuan hidup dasar...
Nasional
Bakti kesehatan Polri di Po...
Luar Negeri
PBB Terpaksa Kurangi Bantua...
Advertisement
Usai Prancis Membara, Kini Meksiko Rusuh Gara-gara Krisis Air

Usai Prancis Membara, Kini Meksiko Rusuh Gara-gara Krisis Air

19 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.