Dipengaruhi Data Ekonomi AS
Jumat, 18 Okt 2024, 09:34 WIBJAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS berpotensi berbalik melemah jelang akhir pekan ini. Peluang pelemahan rupiah makin terbuka jika data ekonomi Amerika Serikat (AS) yang dirilis tadi malam sesuai ekspektasi investor sehingga mendorong penguatan dollar AS.
Pengamat mata uang dan komoditas, Lukman Leong melihat dollar AS bakal melanjutkan penguatan jika data penjualan ritel AS kembali lebih kuat, seperti rilis sebelumnya. Karenanya, Lukman memproyeksikan kurs rupoab terhadap dollar AS dalam perdagangan di pasar uang antarbank, Jumat (18/10), bergerak di kisaran 15.475-15.575 rupiah per dollar AS, dengan potensi pelemahan akibat penguatan dollar AS.
Sebelumnya, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS pada perdagangan, Kamis (17/10) sore, menguat tiga poin atau 0,02 persen dari sehari sebelumnya menjadi 15.507 rupiah per dollar AS. Penguatan seiring pasar merespons positif terhadap pemilihan anggota kabinet presiden terpilih Prabowo Subianto dengan berdasarkan kompetensi.
"Pasar merespons positif terhadap pemilihan susunan kabinet yang baru karena presiden terpilih Prabowo memilih pemimpin yang memiliki kompetensi di bidangnya," kata pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi di Jakarta.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara, Muchamad Ismail
Berita Terkait:
-
TVRI Pastikan Kesiapan Siara Piala Dunia 2026 Hampir 100 Persen
-
Menguatkan Rupiah Hendaknya Menjadi Fokus Pertama Kerja Plt Gubernur Bank Indonesia
-
KKN di Pakal Surabaya, Universitas Wijaya Kusuma Optimalkan Potensi Lokal Berbasis Pertanian, Peternakan, dan UMKM
-
Gempa M 6,7 Guncang Sulawesi Tengah, Wagub Pastikan Penanganan Warga Terdampak Berjalan
-
Libur Sekolah 2026: Eminence Global Rilis Paket Edukatif Seru di Puncak dan Lembang
-
Presiden Prabowo Dijadwalkan Hadir pada Puncak PENAS KTNA XVII di Gorontalo
-
Pullman Jakarta Central Park Sabet Penghargaan Best Convention Hotel Asia Pasifik 2025–2026
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.