Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Oxfam: Hampir 40% Dana Iklim Bank Dunia Belum Dipertanggungjawabkan

📅 Kamis, 17 Okt 2024, 15:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Oxfam: Hampir 40% Dana Iklim Bank Dunia Belum Dipertanggungjawabkan Doc: GPB/AFP via Getty Images
Ket. Para aktivis membentangkan spanduk yang menyebut David Malpass sebagai penyangkal perubahan iklim di kantor pusat Bank Dunia setelah ia menolak mengatakan apakah menurutnya emisi buatan manusia berkontribusi terhadap pemanasan global.

WASHINGTON - Hampir 40 persen pembiayaan iklim Bank Dunia selama tujuh tahun terakhir saat ini tidak tercatat, kata Oxfam dalam laporan baru yang diterbitkan Rabu (16/10), menyalahkan pencatatan yang buruk.

AuditOxfamterhadap portofolio keuangan iklim pemberi pinjaman pembangunan antara tahun 2017 dan 2023 menemukan bahwa sebanyak $41 miliar dalam keuangan iklim tidak dapat ditemukan "antara waktu proyek disetujui dan ketika proyek tersebut ditutup."

"Bank Dunia dengan cepat membanggakan miliaran dana pendanaan iklimnya - tetapi angka-angka ini didasarkan pada apa yang direncanakan untuk dibelanjakan, bukan pada apa yang sebenarnya dibelanjakan setelah proyek berjalan," kata Kate Donald, kepala kantor Oxfam di Washington, dalam sebuah pernyataan.

AuditOxfammenemukan "tidak ada catatan publik yang jelas" tentang ke mana uang itu pergi, sehingga mustahil untuk menilai dampaknya -- atau apakah dana itu benar-benar dibelanjakan untuk kegiatan terkait iklim, seperti yang dijanjikan.

"Dengan tingkat informasi ini, mustahil untuk menentukan apakah Bank benar-benar meningkatkan investasi iklimnya," kata penulis laporan tersebut.

Bank Dunia telah berupaya meningkatkan komitmen pembiayaan iklimnya di bawah presiden baru Ajay Banga, yang mengambil alih jabatan tahun lalu dengan janji mereformasi lembaga berusia 80 tahun yang berpusat di Washington itu.

Sejak saat itu, Bank Dunia berkomitmen untuk meningkatkan proporsi pembiayaan tahunannya yang ditujukan untuk adaptasi perubahan iklim dari 35 persen menjadi 45 persen mulai tahun fiskal 2025, yang dimulai pada bulan Juli.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
Cuaca Buruk, Kapal Virgo Transport Membawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa, Basarnas Lakukan Operasi Pencarian

Cuaca Buruk, Kapal Virgo Transport Membawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa, Basarnas Lakukan Operasi Pencarian

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.