Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Perkembangan UMKM Terkendala Akses Modal

📅 Rabu, 16 Okt 2024, 22:35 WIB | Oleh:
Perkembangan UMKM Terkendala Akses Modal Doc: ISTIMEWA
Ket. Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki

JAKARTA - Pengembangan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) saat ini terkendala sejumlah faktor, salah satunya keterbatasan modal dan sulitnya mengakses pembiayaan. Bahkan, rasio pembiayaan lembaga keuangan formal seperti perbankan untuk UMKM saat ini hanya 19 persen dari target 30 persen pada 2024.

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, dalam rilis pers yang diterima di Jakarta, Rabu (16/10), menjelaskan rendahnya realisasi pembiayaan kepada UMKM ini salah satunya disebabkan perbankan menerapkan kewajiban kolateral atau jaminan saat mengajukan pinjaman.

"Indonesia menjadi salah satu negara dengan rasio pembiayaan perbankan kepada UMKM paling rendah. Bandingkan dengan Korea Selatan yang rasio kreditnya lebih dari 80 persen, bahkan Malaysia dan Thailand sudah lebih dari 40 persen," kata Teten.

Karenanya, Teten mendorong agar perbankan mulai melakukan perubahan dalam skema pembiayaan bagi UMKM khususnya dalam penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR). Dia berharap perbankan dapat menggunakan data sekunder seperti data telekomunikasi atau PLN terhadap calon nasabahnya sehingga tidak diperlukan lagi kolateral. Hal ini dibutuhkan untuk mengakselerasi pembiayaan bagi UMKM sesuai dengan target yang ditetapkan.

"Bank juga selalu menggunakan data history credit, data SLIK (sistem layanan informasi keuangan), lalu bagaimana UMKM yang belum terhubung ke bank pasti tidak ada riwayat kreditnya. Maka kami usulkan skema pembiayaan dengan sistem credit scoring. Kalau yang usaha besar kami fasilitasi mencari pembiayaan di bursa efek melalui IPO," kata dia.

Sumber Alternatif

Sementara itu, Asisten Deputi Pembiayaan dan Investasi Kemenkop UKM, Ali Manshur menjelaskan opsi pembiayaan lain yang bisa diakses oleh UMKM yaitu peer to peer lending (P2P lending) atau dari Securities Crowd Funding (SCF).

Berdasarkan catatan dari Kemenkop UKM, sampai Juni 2024, total outstanding pinjaman yang dikucurkan dari P2P lending mencapai 20,72 triliun rupiah dengan jumlah debitur 3,51 juta. "Saat ini ada 100 perusahaan penyelenggara P2P lending dan penyelenggara SCF ada 17 perusahaan. Untuk SCF total pendanaan sudah mencapai 1,15 triliun rupiah dengan jumlah pemodal sebanyak 159.957 unit," kata Ali. Ali menambahkan, Kemenkop UKM terus memperluas penyaluran KUR klaster yang plafonnya cukup besar yaitu mencapai 500 juta rupiah.

Di sisi lain, pihaknya juga sedang mengusulkan agar Otoritas Jasa Keuangan (OJK) segera membuat peraturan supaya perbankan tak hanya menggunakan pendekatan konvensional kolateral terutama pembiayaan bagi sektor UKM. Seperti diketahui, masalah pembiayaan dan permodalan bagi UMKM tersebut telah menjadi perhatian khusus pemerintah.

Kementerian Koperasi dan UKM memaparkan beberapa strategi alternatif pembiayaan bagi koperasi dan UMKM yang dituangkan dalam buku seri keempat dari 7 Buku Seri Pengarusutamaan Strategi Pengembangan Koperasi dan UKM yang diterbitkan pada 2024. Buku seri keempat tersebut berjudul Transformasi Pembiayaan UMKM: Daya Ungkit Menuju Kemapanan, yang menjelaskan tentang inovasi pembiayaan bagi UMKM.

Dalam buku ini diulas beberapa alternatif pembiayaan seperti credit scoring pada pembiayaan KUR, pembiayaan klaster berbasis farmers production organisation/ FPO, securities crowdfunding, initial public offering/ IPO, peer to peer lending, purchase order financing, intellectual property financing, skema penilaian kredit berbasis intelligent credit decision model, serta inisiasi ASEAN Micro and Small Enterprises Financing Institution (AMSEF).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Menlu Marco Rubio Tegaskan ...
Nasional
Pemerintah Perlu Fokus Perc...

UMKM Didorong Tembus Rantai Global

1.5 jam yang lalu | Lukman

Nasional
UMKM Didorong Tembus Rantai...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.