• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Tips Lakukan Penilaian Ker...

Tips Lakukan Penilaian Kerja untuk Diri Sendiri

Senin, 14 Okt 2024, 06:40 WIB

Pertanyaan:

Bu Rossa, saya sudah tiga tahun bekerja tetapi baru kali ini mendengar tentangself-assessmentdalam prosesperformance appraisal. HRD manajer kami yang baru meminta semua staf untuk melakukannya. Mohon penjelasannya Bu, apakah hal ini penting untuk dilakukan dan bagaimana langkah-langkahnya. Terima kasih.

Ket. Foto: — Sumber: Istimewa

Jawaban:

Tidak semua orang nyaman melakukan penilaian kinerja untuk diri sendiri. Sebagian orang kurang nyaman memuji diri sendiri dan ada pula yang tak ingin mengungkap keburukan diri. Meski begitu, proses ini penting untuk dilakukan karena ternyata bermanfaat untuk diri sendiri.

Apa saja fungsi dari penilaian kinerja diri dan bagaimana tips menjalani proses ini agar Anda bisa lebih nyaman menjalaninya? Simak penjelasan berikut ini.

Kenapa Penilaian Kinerja Diri Penting?

Mengutip Cleverism,self-assessmentmempunyai sederet manfaat. Penilaian kinerja diri sendiri memberikan ruang bagi Anda untuk berbicara. Jika ada masalah yang disampaikan oleh atasan, Anda bisa memberikan penjelasan di sini. Dapat disimpulkan, proses ini membuat komunikasi berjalan secara dua arah. Tak perlu lagi ada salah paham di antara Anda dan atasan.

Selain itu, penilaian kinerja diri juga membuatmu memahami kesalahan pribadi. Ini juga bisa mempercepat prosesperformance appraisalkarena Anda sudah punya gambaran sebelum proses tersebut.

Selain itu, benefit lain juga meningkatkanself-awareness. Salah satu bentuk kecerdasan emosional ini juga bisa mendorong karier Anda.

Tips Melakukan Penilaian
Kinerja Diri

Bagaimana cara menghilangkan rasa tidak nyaman saat menilai diri? Ada tips yang bisa Anda terapkan agar proses ini lancar.

1. Sampaikan pencapaian Anda

Pertama-tama, jangan malu menunjukkan pencapaian Anda dalam penilaian kinerja diri sendiri. Ingat, Anda sudah bekerja sangat keras untuk itu.

Meski begitu, jangan sombong. Tetaplah objektif saat menyampaikan apa saja usaha dan hasil kerjamu yang baik.

2. Jangan defensif

Saat menulis kelemahan dan kegagalan jangan defensif. Hindari menyalahkan orang lain atau malah mengelak saat Anda yang salah. Jika tetap melakukan hal ini, bukan terlihat benar, Anda justru bisa dinilai makin buruk sebab Anda terlihat tak mau mengakui kesalahan dan belajar darinya.

3. Sisipkan permintaan
pengembangan karier

Dalam proses penilaian kinerja, coba tanyakan pada diri sendiri. Lingkungan atau keadaan seperti apa yang mendukung kinerja Anda? Nah, inilah yang bisa Anda sampaikan saat mengungkapkan kekurangan. Misalnya, Anda ternyata tak bisa melakukan pekerjaan karena belum punyaskilltertentu. Anda bisa meminta pelatihan terkait hal itu kepada atasan. Dengan langkah ini, karier Anda bisa berkembang dan Anda mengakui kekurangan pula.

4. Jujur

Pengalaman adalah guru yang terbaik. Jika Anda tak mau jujur dengan pengalaman Anda sendiri, baik ataupun buruk, bagaimana Anda bisa belajar?

Jangan lihat kegagalan sebagai penghambat karier. Ia justru tempat terbaik untuk Anda mengembangkan diri karena disanalah letak kekurangan Anda.

5. Catat untuk diri Anda sendiri

Jika sudah jujur mengakui kesalahan dan mengapresiasi pencapaian diri, jangan lupakan semua begitu saja. Anda tentu harus mempertahankan apa yang sudah baik. Terus usaha agar kelemahan Anda bisa berkurang.

Agar tak lupa, Anda bisa mencatat semuanya untuk dirimu sendiri. Selain itu, sambil menungguperformance appraisalselanjutnya, tulis pencapaian dan kegagalan Anda seiring berjalannya waktu. Dengan begitu, saat waktu penilaian kinerja tiba, Anda bisa lebih cepat melakukannya. Tak perlu lagi mengingat-ingat pencapaian dan kegagalan.

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Ilham Sudrajat

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.