- Home
-
- Luar Negeri
-
- Angkatan Udara Norwegia Ke...
Angkatan Udara Norwegia Kerahkan F-35 untuk Hadapi Pengebom Tercepat Russia di Atas Laut
Selasa, 30 Jun 2026, 00:02 WIBOSLO - Angkatan Udara Kerajaan Norwegia dipastikan telah mengerahkan dua pesawat tempur generasi kelima F-35A pada 22 Juni untuk mencegat dan mengidentifikasi formasi dua pesawat pembom strategis Tu-160 yang dikawal oleh dua pesawat pencegat MiG-31BM di atas Laut Barents. Pesawat Rusia tersebut kemudian melanjutkan perjalanan ke wilayah udara internasional di atas Laut Norwegia, sebagai bagian dari patroli strategis jarak jauh selama 16 jam . Pesawat F-35 lepas landas dari Pangkalan Udara Evenes sebagai bagian dari misi Siaga Reaksi Cepat NATO. Setelah mengidentifikasi pesawat Rusia, pilot Norwegia mengikuti formasi tersebut dan melacaknya hingga meninggalkan wilayah tanggung jawab NATO. Pencegatan tersebut merupakan bagian dari misi patroli udara rutin NATO, yang memastikan bahwa pesawat militer yang tidak dikenal atau tidak diumumkan yang beroperasi di dekat wilayah udara Sekutu segera diidentifikasi dan dilacak.
Dari Military Watch, Angkatan Udara Kerajaan Norwegia adalah angkatan pertama di dunia yang beralih menggunakan skuadron tempur yang seluruhnya terdiri dari pesawat generasi kelima. Pesawat F-35 mereka telah berhadapan dengan pesawat tempur dan pengintai Russia jauh lebih sering daripada pesawat dari negara anggota NATO lainnya. Angkatan Udara Norwegia mempertahankan dua pesawat F-35 dalam keadaan siaga 24 jam di Pangkalan Udara Evenes, memungkinkan mereka untuk diluncurkan dalam waktu sekitar 15 menit sebagai respons terhadap berbagai kemungkinan. Pada awal Maret, dua pesawat F-35 Norwegia dalam siaga cepat (QRA) terlibat pertempuran dengan sepasang pesawat pembom strategis Rusia Tu-95MS dan pengawal pesawat tempur Su-35 mereka di wilayah udara internasional di atas Laut Barents. Pertempuran ini sangat penting karena pengerahan Su-35 dari skuadron Rusia Knights, yang terutama dikerahkan untuk akrobatik udara di pertunjukan udara dan parade militer, bukan untuk tugas operasional garis depan.
Pesawat tempur Su-35 milik Russia dalam misi pengawal pembom di atas Laut Barents selama pertempuran dengan pesawat tempur F-35 Norwegia.
Pesawat tempur Su-35 milik Rusia dalam misi pengawal pembom di atas Laut Barents selama pertempuran dengan pesawat tempur F-35 Norwegia.
Pada pertengahan April, pesawat tempur F-35 Norwegia mencegat pesawat patroli maritim Il-38 Rusia, dan pesawat-pesawat tempur tersebut kemudian mengidentifikasi dan melacak target dalam sebuah sorti yang berlangsung sekitar dua jam. Kemudian pada bulan yang sama, pesawat tempur F-35 Norwegia juga mencegat pesawat pembom strategis T-95MS Rusia, yang sedang melakukan penerbangan di atas perairan internasional Laut Barents dan Laut Norwegia. Di luar Laut Barents, Angkatan Udara pada Desember 2025 menyelesaikan penempatan F-35 sebagai bagian dari misi pertahanan udara dan rudal terintegrasi ke Bandara Rzeszow, yang berjarak lebih dari 70 kilometer dari perbatasan Polandia dengan Ukraina. Pesawat tempur F-35 juga telah dikerahkan di sepanjang perbatasan barat laut Rusia untuk latihan di Finlandia.
Pesawat tempur F-35A Angkatan Udara Kerajaan Norwegia beroperasi dari jalan raya Finlandia selama latihan gabungan.
Pesawat tempur F-35A Angkatan Udara Kerajaan Norwegia beroperasi dari jalan raya Finlandia selama latihan gabungan.
Baik Tu-160 maupun MiG-31BM dikerahkan dalam jumlah terbatas dan memiliki status elit dalam dinas Russia. Tu-160 baru-baru ini kembali diproduksi, tetapi mengalami penundaan serius, sementara MiG-31BM belum diproduksi sejak 1994 karena kekurangan dana dan upaya untuk mengembangkan penggantinya telah tertunda cukup lama. Tu-160 dan MiG-31 masing-masing merupakan jet tempur strategis dan taktis tercepat dan terberat di dunia, dan mewakili puncak pengembangan penerbangan tempur Soviet sebelum disintegrasi negara pada tahun 1991 mencegah program-program ambisius serupa untuk dilanjutkan. Meskipun MiG-31 selama beberapa dekade menikmati keunggulan yang sangat besar atas pesawat tempur NATO di wilayah Arktik, masuknya F-35 ke Angkatan Udara Kerajaan Norwegia dan layanan NATO lainnya telah membuat pesawat pencegat yang dulunya mutakhir ini semakin tertinggal dalam kemampuannya.
- Konflik Russia - NATO
Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S
Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Komando Marinir Inggris Mencegat Armada Kapal Bayangan Russia di Selat Inggris
-
Satu Bom Mampu Lenyapkan 310 Ribu Warga Moskow, Finlandia Bersiap Menjadi Pangkalan F-35 Bersenjata Nuklir di Garis Depan Perbatasan Russia
-
Teheran: Selat Hormuz Tetap dalam Kendali Militer Iran
-
MoreFood Expo Indonesia 2026 Resmi Dibuka, Perkuat Akses Industri F&B Indonesia ke Pasar Global
-
Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta Buka Ruang Dialog Layanan Publik
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.