PUPR: Embung Serbaguna Pulau Laut Beroperasi Bantu Masyarakat
📅 Minggu, 13 Okt 2024, 15:47 WIB | Oleh: SujarIa mengatakan selama enam bulan musim kemarau 2024, embung ini belum pernah kering.
"Kami berterima kasih atas adanya embung karena sangat membantu dibandingkan harus mengambil air dari sumur," kata Matrani.
Dia mengatkanbahwa masyarakat juga kerap menggunakan air dari Embung Serbaguna Pulau Laut untuk melaksanakan tradisi selamatan pada tanggal 7-9 Safar agar terhindar dari malapetaka.
Surya Arma, tokoh adat Pulau Laut mengatakan bahwa masyarakat Kecamatan Pulau Laut terbantu dengan keberadaan Embung Sebaguna Pulau Laut.
Pasalnya, sebelum ada embung pada 2019, mereka harus bolak-balik mengambil air ke perigi dengan jarak 500 meter untuk melaksanakan ritual.
"Sekarang tinggal memutar keran di rumah dan air pun sudah tersedia. Keberadaan embung membuat pekerjaan kami lebih ringan," kata Surya.
Embung Serbaguna Pulau Laut dibangun pada 2017 di lahan seluas 8 hektare. Saat ini debit air embung tersebut mencapai 5 liter/detik dan bisa melayani kebutuhan air dua desa yakni Desa Kadur dan Desa Air Payang.
Sementara itu, Direktur Perumda Air Minum Tirta Nusa Natuna Zaharuddin mengatakan sebelum ada embung, pasokan air baku di Kabupaten Natuna memprihatinkan, terutama saat kemarau.
Oleh sebab itu masyarakat merasa terbantu saat pemerintah merealisasikan pembangunan embung.
"Kami sudah mengalami kekeringan dan kelangkaan air bersih setelah dua minggu musim kemarau. Warga hanya mengandalkan air yang bersumber dari gunung, tetapi tidak mencukupi," ujar Zaharuddin.
Camat Pulau Laut, Bambang Erawan mengatakan air dari embung digunakan untuk kebutuhan rumah tangga, perkantoran, puskesmas, kantor kecamatan, Polsek, hingga pos Koramil.
"Saat ini, air lebih mudah diakses karena langsung dialirkan ke rumah-rumah tanpa memerlukan pompa listrik, cukup membayar penggunaan per meter kubik," kata Bambang.
Tak hanya itu, wilayah embung juga menjadi lokasi wisata yang diminati warga. Selain itu, ada prospek pemanfaatan air baku karena banyak kapal pencari ikan dan kapal penjaga yang melintasi perairan Pulau Laut.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!