Karyawan yang Bahagia Akan Lebih Produktif dan Berkomitmen pada Perusahaan
Jumat, 11 Okt 2024, 00:00 WIBSEMARANG - Hubungan harmonis antara pengusaha dan karyawan penting untuk menciptakan lingkungan kerja yang produktif, bahkan pengusaha harus selalu memperhatikan kesejahteraan karyawan dan menciptakan lingkungan kerja yang mendukung.
Hal itu dikatakan Direktur PT Sido Muncul Tbk, Irwan Hidayatsaat menjadi narasumber dalam seminar dengan tema 10th Industrial Relations Conference, yang dihadiri pengusaha dan perwakilan APINDO dari seluruh Indonesia, di Semarang, Rabu (9/10).
Menurutnya, selain itu pemimpin perusahaan juga harus memiliki tanggung jawab untuk memberikan contoh yang baik, karena karyawan yang bahagia akan lebih produktif dan berkomitmen pada perusahaan.
"Ketika pemimpin menunjukkan sikap peduli dan perhatian, karyawan akan merasa nyaman dan senang dalam bekerja. Dalam kondisi seperti ini, kualitas produk yang dihasilkan juga akan meningkat," ujar dia.
Dalam pandangannya, Sido Muncul, yang merupakan perusahaan keluarga, menerapkan prinsip kekeluargaan dalam pengelolaan sumber daya manusia. Semua karyawan dianggap sebagai bagian dari keluarga besar yang harus diperhatikan dan dihargai.
Irwan menekankan, jika ada karyawan yang kurang berkinerja, sudah menjadi tugas pimpinan untuk membimbing dan membantu mereka agar dapat meningkatkan kinerja.
"Saya tidak pernah memecat karyawan. Sebaliknya, saya berusaha untuk membantu mereka agar dapat berkontribusi lebih baik," tegas Irwan di hadapan ratusan pengusaha, termasuk perwakilan dari Papua, yang hadir dalam seminar tersebut.
Irwan juga membahas tantangan yang dihadapi perusahaan dengan adanya pergantian pimpinan di tingkat nasional.
"Perubahan di bidang ekonomi dan politik dapat mempengaruhi stabilitas perusahaan. Oleh karena itu, sangat penting bagi perusahaan untuk menjaga hubungan yang kondusif di antara karyawan," katanya.
Dia mengingatkan HRD harus memiliki empati dan perhatian yang tinggi terhadap karyawan. "Ketika niat baik hadir, hasil yang dicapai juga akan positif," kata dia.
Dalam konteks investasi, Irwan menegaskan pentingnya keberlanjutan kepemimpinan.
"Founder perusahaan seharusnya tetap menjadi CEO. Seperti halnya restoran yang tidak bisa menyerahkan resepnya kepada orang lain. Perusahaan jamu juga memerlukan kepemimpinan yang memahami esensi dan visi bisnisnya," jelasnya.
Sementara itu, Pakar Sumber Daya Manusia dan Direktur APINDO Training Center, Suprayitno mengatakan, pihaknya ngin melakukan pembaruan terkait hubungan industrial dan pengelolaan sumber daya manusia. Ada tiga fokus utama yang dibahas, yaitu pembaruan strategi inisiatif hubungan industrial, berbagi inovasi hubungan industrial, dan model kompetensi kolaborasi hubungan industrial.
Dengan berbagi pengetahuan dan pengalaman, diharapkan seminar ini dapat memberikan kontribusi signifikan bagi peningkatan hubungan industrial di Indonesia.
Melalui kolaborasi yang baik antara pengusaha, karyawan, dan pemerintah, diharapkan tercipta lingkungan kerja yang harmonis dan produktif, yang pada gilirannya akan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Seminar ini bukan hanya sekadar ajang bertukar informasi, tetapi juga menjadi momentum bagi semua pihak untuk berkomitmen dalam membangun hubungan yang lebih baik, demi kesejahteraan bersama dan kemajuan industri Indonesia.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Henri pelupessy
Berita Terkait:
-
Gubernur Lampung Nyatakan Siap Jadi Tuan Rumah Porwanas dan HPN 2027
-
Studi Accenture: Ambisi Besar, Kesiapan Rendah: Tantangan Adopsi AI di Asia Pasifik
-
Tanpa Trump, Para Pemimpin Dunia Berkumpul di KTT APEC untuk Mengatasi Ketidakpastian Perdagangan Global
-
PLN UID Jakarta Raya Layani 1.100 Pelanggan Lewat Pasang Baru dan Tambah Daya
-
Kemenko: IEU-CEPA Buka Peluang Kerja Sama Perdagangan Adil dan Berkelanjutan
-
Selesai Angkutan Nataru, Garuda Indonesia Angkut 1,5 Juta Penumpang
-
Jakarta Dibilang Bahagia oleh Time Out, Beneran atau Cuma Foto Senyum?
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.