Hakim Perintahkan Google Buka Toko Aplikasi untuk Kompetisi

Selasa, 08 Okt 2024, 23:54 WIB

SAN FRANCISCO - Seorang hakim di Amerika Serikat (AS) pada Senin (7/10), memerintahkan Google Alphabet untuk merombak bisnis aplikasi selulernya guna memberi pengguna Android lebih banyak opsi untuk mengunduh aplikasi dan membayar transaksi di dalamnya, menyusul putusan juri pada 2023 untuk pembuat Fortnite, Epic Games.

Dikutip dari The Straits Times, perintah yang dikeluarkan oleh Hakim Distrik AS, James Donato, di San Francisco, menguraikan perubahan yang harus dilakukan Google untuk membuka toko aplikasinya yang menguntungkan, Play, terhadap persaingan yang lebih besar, termasuk menyediakan aplikasi Android dari sumber pesaing.

Ket. Foto: Seorang pekerja berjalan di kampus Google Bay View, Mountain View, California, AS, beberapa waktu lalu. Hakim di AS pada Senin (7/10), memerintahkan Google Alphabet untuk merombak bisnis aplikasinya. — Sumber: AFP/NOAH BERGER

Perintahnya mengatakan selama tiga tahun Google tidak dapat melarang penggunaan metode pembayaran dalam aplikasi dan harus mengizinkan pengguna mengunduh platform atau toko aplikasi Android pihak ketiga yang bersaing.

Perintah tersebut membatasi Google dari melakukan pembayaran kepada pembuat perangkat untuk memasang terlebih dahulu toko aplikasinya dan dari membagi pendapatan yang diperoleh dari Play Store dengan distributor aplikasi lain.

Mengajukan Banding

Google mengatakan pihaknya akan mengajukan banding atas putusan yang menghasilkan perintah tersebut dan akan meminta pengadilan AS untuk menghentikan perintah Donato sambil menunggu banding.

"Pada akhirnya, meskipun perubahan ini mungkin memuaskan Epic, perubahan ini akan menyebabkan serangkaian konsekuensi yang tidak diinginkan yang akan merugikan konsumen, pengembang, dan pembuat perangkat Amerika," tambahnya.

Kepala Eksekutif Epic, Tim Sweeney, mem-posting di X bahwa perintah hakim Donato adalah "berita besar" dan mengatakan Epic Games Store miliknya dan toko aplikasi lainnya akan hadir di Google Play pada tahun 2025.

Ia menambahkan pengembang aplikasi, pembuat toko, dan pihak lain memiliki waktu tiga tahun untuk membangun ekosistem Android yang dinamis dan kompetitif dengan massa kritis yang sedemikian rupa sehingga Google tidak dapat menghentikannya

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

Berita Terbaru

Mau Tahu Rahasia Kecantikan Kulit dan Rambut Korea, Saksikan di BXc 2 pada 27 Agustus Mendatang

Aplikasi GoPay Hadirkan Fitur DBL Indonesia, Meriahkan Kompetisi Basket Pelajar se-Indonesia

Wujud Kepedulian BUMN, TelkomGroup Salurkan Bantuan Rp1,3 Miliar untuk Korban Gempa NTT

Resmikan Jaksinema Pasar Rumput, Wagub Rano Minta Bioskop Mini Rp15 Ribu di Tiap Rusun

Debt Collector Paksa Masuk ke Dalam Mobil, Piting Leher dan Ancam Pengemudi

TNI-Polri Bongkar Arena Judi Sabung Ayam di Gowa, Tidak Ada Orang di Lokasi

Dinsos Tanjungpinang Buka Ruang Bagi Warga untuk Perubahan Desil

Sudah 2 Hari Juanda Belum Ditemukan Akibat Terseret Arus saat Kemping di Pantai

DPR Sebut RUU Perampasan Aset Disusun dengan Hati-hati

Atasi Kebakaran Gambut di Kalimantan Barat, Wamen LH Diaz Hendropriyono Dorong Swasta Bangun Sekat Kanal

Resmikan RS Toto Tentrem, Gubernur Pramono Dorong Penguatan Layanan Stem Cell Jakarta

Apakah Rambut Botak Bisa Tumbuh Lagi? Kenali Tandanya

Sukhoi TNI AU Tergelincir di Lanud Hasanuddin Hingga Area Rumput Dekat Jalan Makassar-Maros

LRT Jakarta Pasang Tarif Promo Rp5.000! Rute Velodrome-Manggarai Siap Diresmikan

Cetak Sejarah di Paris! AG.AL Juara Club Champion EWC 2026, Kantongi Hadiah Rp110 Miliar

Paket Pernikahan Elegan di Pusat Jakarta! Mangkuluhur ARTOTEL Suites Buka Harga Mulai Rp25 Juta

Agrowisata Petik Anggur Kini Jadi Tren Wisata Baru di Kepulauan Riau

Mendagri: Korban Gempa NTT Bisa Cetak Ulang Dokumen KTP, KK, hingga BPKB Secara Gratis

BMKG: 6.409 Gempa Bumi Susulan Guncang Flores

DPR Dorong Pemerintah Buka Potensi Wajib Pajak Baru

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.