Tim SAR Gabungan Intensifkan Operasi Penyisiran Pencarian Korban

Senin, 14 Sep 2026, 03:05 WIB

SURABAYA - Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) dalam keterangan terkini Minggu (13/9) mencatat, dari total 243 orang yang berada di Kapal Virgo Transport 8 yang terbalik, sebanyak 108 orang berhasil diselamatkan, sementara enam orang dinyatakan meninggal dunia. Dengan demikian, masih terdapat 129 orang yang belum ditemukan dan hingga kini masih dalam pencarian tim SAR.

Dilansir The Korea Times, kapal yang dimiliki dan dioperasikan oleh perusahaan pelayaran PT Virgo Karya Shipping tersebut membawa 213 penumpang dan 30 awak, saat kehilangan kontak pada Minggu pagi, setelah bertolak dari Surabaya menuju Banjarmasin.

Ket. Foto: Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi bersama Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii memberikan keterangan terkait kecelakaan kapal Virgo Transport 8 rute Surabaya-Banjarmasin. — Sumber: ANTARA/Bayu Pratama S

Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi mengatakan kapal tersebut terbalik.

“Berdasarkan informasi yang kami terima dari pengawasan helikopter, kapal tersebut terbalik tetapi belum tenggelam. Hingga pukul 15.00, kapal itu belum tenggelam, tetapi telah terbalik,” katanya dalam konferensi pers di Banjarmasin.

Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, menegaskan bahwa seluruh unsur Tim SAR Gabungan terus bergerak maksimal dan bersinergi dalam pelaksanaan operasi pencarian serta evakuasi korban KM Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa.

Dalam keterangannya, Kabasarnas menekankan bahwa keselamatan serta penanganan medis bagi para survivor yang telah dievakuasi menjadi prioritas utama. Operasi penyisiran terus diintensifkan, baik melalui jalur laut maupun pemantauan udara, dengan mengoptimalkan seluruh potensi armada dan alut pertolongan yang dikerahkan ke lokasi kejadian.

Basarnas mengimbau kepada masyarakat serta keluarga korban untuk tetap tenang dan memantau perkembangan situasi melalui saluran resmi informasi Basarnas.

Sangat Berisiko

Sedangkan Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banjarmasin, I Putu Sudayana, mengatakan, tim SAR harus berjuang melawan ombak setinggi hingga 2,5 meter untuk mencapai feri yang terbalik tersebut.

“Ini sangat berisiko bagi kapal. Bahkan kapal Basarnas kami, yang panjangnya 40 meter, pun berisiko besar,” kata Sudayana kepada wartawan.

Dua helikopter terlibat dalam pencarian tersebut, dan Basarnas mengatakan bahwa mereka terus mempertimbangkan kondisi cuaca dan pola gelombang di area operasional.

Posisi terakhir kapal tersebut terdeteksi di Laut Jawa, sekitar 150 kilometer dari tujuannya.

Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Banjarmasin, Heri Purwanto, mengatakan, kapal tersebut, yang juga membawa kendaraan saat kehilangan kontak pada pukul 2:00 pagi hari Minggu.

“Kami menanggapi laporan insiden dengan cepat, fokus utama dan prioritas utama kami saat ini adalah keselamatan semua orang di atas kapal, dan kami sedang mengerahkan operasi penyelamatan yang terkoordinasi,” kata Heri Purwanto.

Sementara itu, BMKG Juanda mengimbau masyarakat dan instansi terkait agar senantiasa waspada terhadap peningkatan kecepatan angin terutama pada siang hingga sore hari selama 2- 3 hari ke depan.

Kepala BMKG Juanda, Taufiq Hermawan dalam keterangan tertulisnya mengatakan potensi peningkatan kecepatan angin di beberapa wilayah Jawa Timur yang dapat mengganggu kenyamanan aktivitas masyarakat. Pada tanggal 12September 2026 kecepatan angin maksimum terpantau mencapai 48 km/jam, meningkat dari hari sebelumnya dengan rata-rata angin secara umum 10– 20 Km/jam.

  • Tragedi Kapal Virgo 8

Redaktur: Vitto Budi

Penulis: Eko S, Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.