Mobil Listrik Tiongkok Diproduksi di AS, Peta Pasar EV Berubah

Senin, 14 Sep 2026, 02:47 WIB

JAKARTA – Pemerintah memberikan lampu hijau bagi perusahaan otomotif asal Tiongkok yang ingin memproduksi kendaraan listrik di Amerika Serikat (AS). Masuknya pemain Tiongkok dengan kapasitas produksi dan daya saing harga dapat meningkatkan tekanan terhadap produsen domestik, terutama Tesla, sekaligus mendorong persaingan teknologi, harga, dan inovasi kendaraan listrik semakin ketat.

Sinyal tersebut disampaikan langsung oleh Presiden AS Donald Trump dalam wawancara televisi yang ditayangkan Fox News, Jumat (11/9). “Sebuah perusahaan otomotif Tiongkok dapat memproduksi kendaraan listrik di Amerika Serikat dengan syarat mempekerjakan tenaga kerja Amerika,” kata Presiden Trump.

Ket. Foto: — Sumber: AFP/SAUL LOEB

Trump menegaskan perlunya melanjutkan kebijakan efektif untuk membatasi masuknya mobil Tiongkok impor. Namun, dia menyatakan tidak keberatan jika perusahaan Tiongkok masuk dan membuka pabrik untuk memproduksi kendaraan mereka di AS.

“Jepang melakukannya, tetapi mereka mempekerjakan tenaga kerja kami. Yang terpenting adalah mereka mempekerjakan tenaga kerja kami,” katanya.

Dalam wawancara tersebut, Trump mengatakan hal yang tidak diinginkannya adalah perusahaan Tiongkok memproduksi kendaraan dengan biaya murah di Meksiko, kemudian mengirimkannya ke AS.

Pernyataan Trump disampaikan sekitar dua pekan sebelum rencana pertemuannya dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping di Washington, di tengah penolakan kuat dari produsen otomotif dan anggota parlemen AS terhadap pembukaan pasar Amerika bagi BYD Co., produsen kendaraan listrik terbesar Tiongkok, serta perusahaan sejenis lainnya.

Sekitar tiga bulan lalu, Departemen Pertahanan AS memasukkan BYD dan sejumlah perusahaan Tiongkok terkemuka lainnya ke dalam daftar panjang entitas yang diyakini bekerja sama dengan militer Tiongkok.

Dalam wawancara tersebut, Trump kembali mengatakan bahwa dia memiliki hubungan yang sangat baik dengan Xi. “Fakta bahwa kami dapat berhubungan baik merupakan hal yang baik. Kami sekarang memiliki hubungan yang sangat baik dengan Tiongkok. Dulu kami memiliki hubungan yang tidak menyenangkan dengan Tiongkok, tetapi sekarang kami memiliki hubungan yang baik dengan Tiongkok,” katanya.

Peta Persaingan

Seperti diketahui, pasar otomotif AS masih menghadapi perlambatan pada 2026. Cox Automotive memproyeksikan penjualan kendaraan baru pada 2025 mencapai 15,8 juta unit, turun 2,4 persen secara tahunan (yoy). Di segmen kendaraan listrik (EV), penjualan pada 2025 mencapai hampir 1,3 juta unit dengan pangsa 7,8 persen atau turun tipis dari 8,1 persen pada 2024.

Tesla masih menjadi pemain dominan, dengan penjualan sekitar 589.000 unit pada 2025 atau hampir separuh pasar EV AS, sementara General Motors mulai memperkuat posisi dengan penjualan lebih dari 150.000 unit, naik 48 persen secara tahunan.

Jika produsen otomotif Tiongkok mendapat ruang untuk memproduksi kendaraan listrik langsung di AS, persaingan berpotensi semakin sengit. Kehadiran pemain baru dapat menekan harga dan memacu inovasi, sekaligus menguji dominasi Tesla dan kemampuan produsen AS mempertahankan pangsa pasar di tengah perubahan kebijakan dan permintaan EV.

BYD semakin menegaskan posisinya sebagai salah satu kekuatan utama industri kendaraan listrik global. Pada 2025, penjualan New Energy Vehicle (NEV) BYD mencapai sekitar 4,6 juta unit, sekaligus menjadikannya produsen NEV terlaris dunia. Penjualan di luar Tiongkok menembus 1,046 juta unit, melonjak 150,7 perse dibandingkan 2024.SB/Ant/AFP/E-10

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: AFP, Antara, Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.