Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pustakawan Berperan Promosikan Koleksi Lewat Narasi Menarik

📅 Kamis, 03 Okt 2024, 16:13 WIB | Oleh:
Pustakawan Berperan Promosikan Koleksi Lewat Narasi Menarik Doc: ANTARA/HO-Perpustakaan Nasional
Ket. Sekretaris Utama Perpusnas Joko Susanto saat membuka Forum Komunikasi Tenaga Layanan Perpustakaan 2024 yang diselenggarakan secara hibrida, Rabu (2/10).

JAKARTA - Sekretaris Utama Perpustakaan Nasional (Perpusnas) Joko Susanto mengatakan pustakawan berperan penting mempromosikan dan menghidupkan koleksi buku di perpustakaan lewat narasi-narasi yang menarik.

"Pustakawan yang mampu bercerita dengan baik dapat menghidupkan koleksi perpustakaan dan menciptakan pengalaman yang mendalam bagi pengunjung," katanya dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis.

Ia menyampaikan hal tersebut saat membuka Forum Komunikasi Tenaga Layanan Perpustakaan pada 2024 yang diselenggarakan secara hibrida pada Rabu (2/10).

Ia menyebutkan bahwa di beberapa negara, perpustakaan tidak hanya meminjamkan buku, tetapi meminjamkan manusia merujuk pada konsep perpustakaan manusia atau human library, yang menunjukkan perpustakaan berkembang tidak hanya secara fisik, tetapi juga melalui interaksi manusia.

"Perpustakaan menyelenggarakan acara di mana para pembaca dapat meminjam pustakawan yang berfungsi sebagai buku terbuka dan melakukan percakapan yang biasanya tidak dapat mereka akses," ucapnya.

Joko juga mengemukakan pustakawan memiliki peran sebagai pendongeng yang bukan sekadar menyediakan informasi, melainkan juga seorang pencerita yang mampu memantik diskusi dan memberikan pengetahuan melalui narasi.

"Pustakawan dapat menyampaikan kisah-kisah inspiratif yang bukan hanya relevan dalam dunia sastra, tetapi juga dalam bidang bisnis, hukum, kedokteran, pendidikan, dan bidang-bidang lainnya," kata dia.

Menurutnya, pustakawan memiliki peran penting yang tidak bisa digantikan oleh teknologi, utamanya dalam membangun narasi menarik sehingga dapat membuat pengunjung tertarik pada buku.

"Cerita dapat memainkan peranan penting dalam mempromosikan koleksi perpustakaan, melalui narasi yang menarik, pustakawan dapat membuat pengunjung tertarik pada buku yang mungkin sebelumnya kurang diminati," katanya.

Ia menegaskan forum tenaga layanan perpustakaan harus mampu menjadi garda terdepan dalam memastikan keberhasilan perpustakaan, utamanya melalui peningkatan kapasitas pustakawan.

"Forum ini adalah wadah strategis untuk memperkuat peran tenaga layanan perpustakaan sebagai petugas di garda terdepan atau frontliner. Keberhasilan atau kegagalan perpustakaan sangat bergantung pada mereka," ujarnya.

Ia mengapresiasi upaya menggiatkan forum tersebut sebagai langkah strategis dalam menghadapi perubahan dan tuntutan masyarakat terhadap layanan publik, serta memperkuat internal birokrasi untuk menjadi lebih modern, responsif, dan inovatif. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
Badan Geologi Laporkan Akti...
Daerah
Surabaya Siapkan Sensor Pem...
Advertisement
Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.