Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Harga Minyak Naik Seiring Konflik di Timur Tengah yang Semakin Dalam

📅 Kamis, 03 Okt 2024, 10:22 WIB | Oleh: Tim Penulis
Harga Minyak Naik Seiring Konflik di Timur Tengah yang Semakin Dalam Doc: ANTARA/REUTERS/Nick Oxford
Ket. Arsip Foto - Tangki penyimpanan minyak mentah terlihat dari atas di pusat minyak Cushing, Oklahoma, Kamis (24/3/2016).

SINGAPURA - Harga minyak naik tipis pada perdagangan awal hari Kamis (3/10) karena investor mempertimbangkan meningkatnya konflik di Timur Tengah dan potensi terganggunya aliran minyak mentah, dibandingkan dengan pasar global yang pasokannya melimpah.

Harga minyak mentah Brent naik 64 sen, atau 0,87 persen, menjadi $74,54 per barel pada pukul 00.06 GMT. Harga minyak mentah West Texas Intermediate AS naik 72 sen, atau 1,03 persen, menjadi $70,82 per barel.

Serangan Israel di lingkungan Bachoura di pusat Beirut pada Kamis pagi menewaskan dua orang dan melukai 11 orang, kata kementerian kesehatan Lebanon dalam sebuah pernyataan.

Iran terseret ke dalam konflik tersebut pada hari Selasa (1/10) setelah menembakkan lebih dari 180 rudal balistik ke Israel dalam eskalasi permusuhan, yang telah merembes dari Israel dan Palestina ke Lebanon dan lebih jauh ke timur.

Namun, peningkatan tak terduga dalam persediaan minyak mentah AS pada hari Rabu (2/10) membantu meredakan beberapa kekhawatiran pasokan dan mengekang kenaikan harga minyak.

Persediaan minyak mentah AS naik sebesar 3,9 juta barel menjadi 417 juta barel dalam pekan yang berakhir pada 27 September, kata Badan Informasi Energi, dibandingkan dengan ekspektasi analis dalam jajak pendapat Reuters untuk penarikan sebesar 1,3 juta barel.

"Meningkatnya persediaan AS menjadi bukti tambahan bahwa pasar tercukupi dengan baik dan dapat bertahan terhadap gangguan apa pun," kata analis ANZ dalam sebuah catatan.

Beberapa investor tetap tidak terpengaruh karena persediaan minyak mentah global belum terganggu oleh kerusuhan di wilayah produksi utama, dan kapasitas OPEC yang memadai meredakan kekhawatiran.

"Setelah serangan Iran, harga mungkin tetap tinggi atau tetap lebih fluktuatif untuk beberapa waktu lebih lama, tetapi ada cukup produksi, ada cukup pasokan di dunia," kata kepala eksekutif East Daley Analytics, Jim Simpson kepada Reuters.

OPEC memiliki kapasitas minyak cadangan yang cukup untuk mengkompensasi hilangnya pasokan Iran sepenuhnya jika Israel menghancurkan fasilitas negara itu.

Namun, para pedagang khawatir bahwa kelompok produsen akan kesulitan jika Iran membalas dengan menyerang instalasi milik tetangganya di Teluk.

"Kapasitas cadangan yang tersedia secara efektif mungkin jauh lebih rendah jika serangan baru pada infrastruktur energi di negara-negara di kawasan itu terjadi," kata Giovanni Staunovo, analis di UBS.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...

Kemeriahan Gebyar PAUD Yogyakarta 2026

51 menit yang lalu | Fajar Alim M

Daerah
Kemeriahan Gebyar PAUD Yogy...
Megapolitan
Pelatihan Mengemudi Becak L...
Olahraga
Ganda Campuran Indonesia Ra...
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.