Peringkat Daya Saing SDM RI di Asean Ada pada Posisi Ketiga
Senin, 23 Sep 2024, 00:00 WIBJAKARTA - International Institute for Management Development (IMD) menyatakan tingkat daya saing keahlian sumber daya manusia (SDM) Indonesia berada di posisi ketiga Asean, mengungguli Thailand dan Filipina.
Direktur IMD World Competitiveness Center (WCC), Arturo Bris, dalam pernyataannya di Jakarta, Sabtu (21/9), mengatakan survei itu dilakukan berdasarkan tingkat kemampuan dan keahlian tenaga kerja di suatu negara untuk mengisi lowongan pekerjaan baru, dan cara suatu bisnis bisa mengembangkan keterampilan karyawan yang ada.
"Beberapa negara memiliki sistem pendidikan yang sangat baik, tetapi gagal mempersiapkan SDM mereka dan menarik talenta (asing) yang tepat untuk memenuhi kebutuhan pasar tenaga kerja," kata Bris.
Seperti dikutip dari Antara, Bris mengatakan bila diklasifikasikan dalam skala dunia, peringkat daya saing SDM Indonesia pada 2024 berada di posisi ke-46 dari 67 negara yang disurvei, dengan menggabungkan 31 data statistik dan respons survei yang dikelompokkan dalam tiga indikator, yakni tingkat investasi dan pengembangan talenta, kesiapan SDM, dan kemampuan suatu negara untuk menarik talenta asing.
Perlu Diperbaiki
Lebih lanjut, Bris mengatakan guna meningkatkan daya saing SDM di Indonesia, setidaknya ada dua hal yang perlu diperbaiki oleh pemerintah. Pertama, dari segi tingkat kesiapan tenaga kerja. Indonesia masih perlu meningkatkan jumlah mahasiswa asing yang masuk, serta meningkatkan skor Program Penilaian Pelajar Internasional (PISA).
PISA adalah penilaian untuk mengevaluasi sistem pendidikan suatu negara yang mengukur kemampuan murid sekolah berusia 15 tahun di bidang matematika, sains, dan membaca.
Kedua, tambah Bris, dari segi investasi dan pengembangan pendidikan di Indonesia yang cenderung stagnan, itu karena total anggaran pendidikan tiap siswa masih kurang, serta total anggaran pendidikan Indonesia yang rendah, sehingga hal tersebut perlu diperhatikan.
Meski demikian, Bris berpendapat besarnya persentase anggaran pendidikan dari Produk Domestik Bruto (PDB) tidak terlalu berpengaruh kuat pada kualitas talenta SDM suatu negara.
Menurutnya, indikator yang lebih kuat pengaruhnya pada kualitas talenta SDM, di antaranya anggaran pendidikan per siswa, jumlah siswa dalam satu kelas, dan gaji guru.
"Jadi, faktor yang mempengaruhi bukan soal seberapa besar angka anggaran yang diberikan, tapi seberapa baik mengelolanya," kata Bris.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Eko S
Berita Terkait:
-
Bengkulu Diminta Fokus Ekonomi Biru dan Hijau, Sinyal Arah Baru Investasi Daerah?
-
Tiongkok Dakwa Eks Pejabat Badan Pengawas Industri Pertahanan
-
Mudik Gratis Polres Bogor Diserbu 1.063 Pendaftar dalam 12 Menit
-
Jadwal Pekan 23 Super League: Saksikan! Pertandingan Tim-tim Kebanggaan Setiap Hari Sepekan Penuh
-
BMKG Prakirakan Terdapat Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Indonesia pada Senin
-
Film Baru "Lord of the Rings" Sedang Digarap, Viggo Mortensen Tak Lagi Perankan Aragorn
-
Citra Satelit: Puluhan Jet Tempur AS Terpantau Berada di Yordania
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.