Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

WHO: Kematian Akibat Kolera Meningkat di Seluruh Dunia

📅 Jumat, 13 Sep 2024, 02:25 WIB | Oleh: Tim Penulis
WHO: Kematian Akibat Kolera Meningkat di Seluruh Dunia Doc: AFP
Ket. Pasien Kolera | Seorang pasien kolera sedang dirawat di pusat isolasi pedesaan di Sudan timur pada pertengahan Agustus lalu. WHO pada Rabu (11/9) menyatakan bahwa angka kematian akibat kolera di seluruh dunia terus meningkat.

NEW YORK - Wabah kolera yang menyebar di seluruh dunia telah menjadi semakin mematikan. Sebuah analisis terbaru dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Rabu (11/9) bahkan menyatakan kematian akibat penyakit ini melonjak pada tahun 2023, jauh melampaui peningkatan kasusnya.

Kolera sebenarnya mudah dicegah dan biaya pengobatannya hanya beberapa sen saja, tetapi wabah besar telah membanjiri sistem kesehatan yang telah dipersiapkan dengan baik, bahkan di negara-negara yang tidak pernah menghadapi penyakit tersebut selama bertahun-tahun.

Jumlah kematian akibat kolera yang dilaporkan secara global pada tahun 2023 meningkat sebesar 71 persen dari tahun 2022, sementara jumlah kasus yang dilaporkan naik sebesar 13 persen. Sebagian besar peningkatan tersebut disebabkan oleh konflik dan perubahan iklim, kata laporan WHO.

"Jika angka kematian meningkat jauh lebih cepat daripada peningkatan kasus, ini sama sekali tidak dapat diterima," kata Dr Philippe Barboza, yang memimpin tim kolera dalam program kedaruratan kesehatan WHO. "Hal ini mencerminkan kurangnya minat dunia terhadap penyakit yang telah menjangkiti manusia selama ribuan tahun, dan menyerang orang-orang termiskin yang tidak dapat menemukan air bersih untuk diminum," imbuh dia.

Upaya WHO untuk memodelkan jumlah sebenarnya kematian akibat kolera dengan menggunakan data yang dikumpulkan dari program pengujian, menemukan bahwa jumlah kematian total untuk tahun 2023 bisa lebih dari 100.000 kasus.

Pada 2023 ini tercatat ada 45 negara dengan kasus kolera yang dilaporkan, dan hal itu berarti ada peningkatan tajam dari 35 negara pada tahun 2021. SB/ST/NYTimes/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Dongkrak Kedatangan Turis, ...
Rona
Sering Melotot Belum Tentu ...
Daerah
RSUD Prambanan Ada Bau-bau ...
Daerah
Siswa Jalani Ujian Kenaikan...

Antisipasi Kemarau, Masa Tanam Dipercepat

31 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Antisipasi Kemarau, Masa Ta...
Daerah
Cukup Bagus Hasil Penanaman...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.