Prancis Wajib Waspada Balas Dendam Belgia
📅 Senin, 09 Sep 2024, 06:53 WIB | Oleh: Benny Mudesta Putra
Doc: KENZO TRIBOUILLARD / AFP
PARIS - Dua rival lama akan kembali bertemu Selasa (10/9) dini hari WIB di Parc Olympique Lyonnais, saat Prancis menjamu Belgia dalam pertandingan kedua di UEFA Nations League (UNL) musim ini. Les Bleus kalah di kandang dari Italia dalam pertandingan pembuka Grup 2, Red Devils (Belgia) berhasil meraih poin penuh sebelum perjalanan ke Lyon.
Meskipun Prancis berhasil memimpin hanya dalam 13 detik dalam pertandingan pembuka UNL melawan Italia, Sabtu dini hari WIB, Les Bleus akhirnya menyudahi laga tangan hampa setelah dikalahkan oleh Gli Azzurri. Bradley Barcola, yang sedang dalam performa terbaik, mencetak gol tercepat dalam sejarah sepak bola negaranya. Namun Italia menyamakan kedudukan dengan gaya spektakuler dan kedua tim bermain imbang hingga jeda.
Prancis kemudian kebobolan dua gol lagi setelah turun minum, dan akhirnya kalah di kandang dari Italia untuk pertama kalinya dalam 70 tahun. Setelah penampilan yang kurang memuaskan di Piala Eropa 2024, pelatih Didier Deschamps diharapkan mampu memberikan performa meyakinkan untuk pendukung Prancis. Namun kini dia berada di bawah tekanan untuk menghindari kekalahan melawan Belgia.
Deschamps membawa Prancis meraih kemenangan di final UNL 2021. Tapi tim asuhannya hanya menempati posisi ketiga di grup di musim sebelumnya, dengan hanya mengumpulkan lima poin dari enam pertandingan. Di bawah format baru UEFA untuk musim 2024-2025, tim yang menempati posisi terbawah di setiap grup Liga A akan otomatis terdegradasi. Sedangkan tim peringkat ketiga harus mengikuti playoff degradasi.
Hanya dua tim teratas di Grup 2 yang akan lolos ke babak perempat final dengan format baru. Prancis kini sudah tertinggal tiga poin dari rival utama dan tidak boleh terpeleset lebih jauh. Bergabung dengan Italia di puncak klasemen sementara Grup 2, Belgia berhasil mengalahkan Israel di lapangan netral dan membawa pulang tiga poin dari pertandingan pembuka.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dipimpin oleh kapten Kevin De Bruyne, Red Devils menang 3-1 di Hungaria, tempat pertandingan dimainkan karena masalah keamanan. Setelah De Bruyne mencetak dua gol, dia menolak kesempatan untuk melengkapi hattrick-nya melalui penalti.
Kini, Belgia asuhan Domenico Tedesco akan berupaya balas dendam atas kekalahan yang mengecewakan dari Prancis di Piala Eropa 2024 dua bulan lalu.
Tedesco berharap dapat membuka lembaran baru setelah turnamen pertamanya sebagai pelatih dan memastikan Belgia mengamankan posisi dua besar di grup UNL, sebelum menatap Piala Dunia 2026.
Sebaiknya Anda baca juga:
Belgia tidak berhasil mencapai final UNL musim sebelumnya. Tim asuhan Tadesco akan berupaya meningkatkan pencapaian terbaik, posisi keempat pada 2021, Jika itu terjadi maka Belgia berada di jalur yang benar.
Era Baru Jerman
Florian Wirtz dan Jamal Musiala tampil memukau dengan saling memberikan assist, saat tim Jerman yang berwajah baru menang telak 5-0 atas Hungaria 5-0 di Düsseldorf, Minggu. Dua pemain muda ini menunjukkan bahwa masa depan sepak bola Jerman masih cerah, setelah pensiunnya bintang-bintang Piala Dunia 2014 seperti Manuel Neuer, Toni Kroos, dan Thomas Müller, serta kapten Ilkay Gündogan.
Di menit ke-27, Wirtz memberikan umpan kepada Musiala yang kemudian mengoper bola kepada Niclas Fuellkrug untuk membuka skor. Umpan panjang dari Wirtz memungkinkan Musiala menggandakan keunggulan Jerman di babak kedua. Tak lama kemudian, pemain Bayern Munich ini memberikan assist.
Aleks Pavlovic mencetak gol perdananya untuk Jerman dengan 13 menit tersisa, sebelum Kai Havertz n mengeksekusi penalti di sembilan menit terakhir pertandingan. Dengan Wirtz dan Musiala yang masih berusia 21 tahun dan Havertz 25 tahun, kemenangan telak ini menunjukkan bahwa Jerman memiliki talenta untuk menghadapi tantangan setelah kepergian bintang-bintang senior musim panas ini, dua tahun sebelum Piala Dunia 2026.
"Senang bermain bersama Flo Wirtz. Kami perlu terus membangun kemistri dengan memanfaatkan setiap pertandingan," ujar Musiala. Mantan gelandang Brighton, Pascal Gross, diminta untuk menggantikan peran Kroos. Sedangkan Marc-Andre ter Stegen untuk pertama kalinya mengenakan kostum nomor satu Jerman.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!