Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kemlu Perkirakan Nilai Kerja Sama IAF ke-2 Naik Signifikan

📅 Senin, 02 Sep 2024, 00:26 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kemlu Perkirakan Nilai Kerja Sama IAF ke-2 Naik Signifikan Doc: ANTARA/Katriana
Ket. Direktur Jenderal Asia, Pasifik, dan Afrika (Dirjen Aspasaf) Kemlu RI Abdul Kadir Jailani berbicara setelah konferensi pers selama rangkaian IAF ke-2 di Badung, Bali, pada Minggu (1/9/2024).

Badung - Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) mengatakan nilai total kerja sama Indonesia dengan negara-negara Afrika pada Indonesia-Africa Forum (IAF) ke-2 diperkirakan mencapai 3,5 miliar dolar AS (sekitar Rp53,9 triliun).

Angka tersebut naik signifikan dibandingkan dengan 586,56 juta dolar Amerika (sekitar Rp9,04 triliun) yang dicapai pada IAF pertama, yang diadakan pada 2018.

"Dari sisi nilai, forum kali ini kami perkirakan akan menghasilkan kesepakatan bisnis IAF paling tidak sebesar 3,5 miliar dolar Amerika (sekitar Rp53,9 triliun)," kata Direktur Jenderal Asia, Pasifik, dan Afrika (Dirjen Aspasaf) Kemlu RI Abdul Kadir Jailani dalam konferensi pers selama rangkaian IAF ke-2 di Badung, Bali, Minggu.

AbdulKadir Jailani mengatakan bahwa peningkatan jumlah komitmen kerja sama tersebut menjadi bukti nyata kuatnya kepercayaan antara Republik Indonesia dengan negara-negara Afrika.

Beberapa pencapaian penting dari IAF II mencakup penandatanganan sejumlah Nota Kesepahaman (MoU) dan perjanjian kerja sama strategis, yaitu pengembangan energi panas bumi antara PT PLN dengan TANESCO Tanzania, dan Master Agreementkerja sama transfer teknologi kesehatan antara Biofarma dengan Atlantic Lifescience Ghana, serta ada juga Letter of Intent antara PT Dirgantara Indonesia dengan AD Trade yang memfasilitasi pembelian dan perawatan pesawat oleh Kongo dan Senegal.

Dengan mengambil tema "Bandung Spirit for Africa's Agenda 2063", Indonesia ingin menjadikan Bandung Spirit yang diadopsi dari Konferensi Asia Afrika 1955 sebagai fondasi untuk melanjutkan pembangunan kerja sama antara Indonesia dengan negara-negara Afrika melalui forum tersebut.

Beberapa kerja sama yang akan diprioritaskan dalam forum itu antara lain kerja sama dalam transformasi ekonomi, energi, pertambangan, ketahanan pangan, kesehatan, dan pembangunan.

IAF ke-2 diselenggarakan bersamaan dengan High-Level Forum on Multi-Stakeholder Partnerships (HLM MSP) pada 1-3 September 2024. IAF II merupakan kelanjutan dari IAF I yang pernah dilakukan pada pada 2018 dan akan dibuka langsung oleh Presiden RI Joko Widodo.

IAF II tidak hanya mempertemukan lebih dari 1.400 peserta yang terdiri dari kepala negara, menteri, pengusaha dan akademisi tetapi juga menjadi ajang untuk menciptakan kemitraan nyata di empat sektor utama kerja sama di bidang energi, ketahanan pangan, kesehatan dan mineral.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Naomi Siap Hadapi Elise Mertens

14 menit yang lalu | Opik

Olahraga
Naomi Siap Hadapi Elise Mer...
Olahraga
Crysencio Summerville

Gelombang Panas Eropa: Menara Eiffel Ditutup Sementara

1 jam lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Gelombang Panas Eropa: Mena...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.